Monday, June 1, 2009

SMAN 1 BUKITKEMUNING AND THE CURRENT ISSUE

Written by Syofian Hadi

“Assalamu’alaikum. Ada kabar bahwa alumni SMA Negeri 1 tidak akan diterima di Unila selama 3 tahun. Bener gak sih?”

Kira-kira begitulah ‘shaking message’ yang aku terima dari Mbak Meiliza, alumni 2003 yang saat ini sedang menyelesaikan studinya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, sekaligus salah satu pembina Forum Alumni Rohis (FARIS) SMAN 1 Bukitkemuning. Sungguh kabar itu benar-benar mengejutkanku. Aku coba konfirmasi ke Mbak Mei mengenai sumber berita tersebut, ternyata informasi itu didapat dari tetangganya. Ingin rasanya langsung menghubungi guru-guru yang sangat aku banggakan tapi aku tidak mempunyai lagi nomor yang bisa dihubungi. Aku segera tulis di milis forum alumni dan siswa SMAN 1 Bukitkemuning: smun1_bk@yahoogroups.com yang dikelola Mbak Mei dengan harapan ada respon, informasi, dan klarifikasi dari teman-teman atau pihak sekolah. Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa sampai ada berita seperti ini?

Tiga jam kemudian, adik perempuanku yang kebetulan sedang duduk di bangku kelas XI di SMA tersebut juga mengirimkanku sms. “Bang, temen-temenku dah siap-siap mau pindah ke SMA di Kotabumi setelah ujian semester ini. Coz orang tua mereka dapat kabar kalo SMAN 1 Bukitkemuning dapat sanksi dari Unila, alumni Unila gak akan diterima di Unila selama 3 tahun?”.
Gdubbraaakk!! Tak terbayangkan olehku bila berita itu benar-benar terjadi. Langsung terbayang wajah kedua orang tuaku. Kalau pindah, paling tidak ke Kotabumi, karena di Bukitkemuning hanya ada satu SMA Negeri. Kasihan adikku bila harus pindah sekolah, karena jarak Kotabumi dengan rumahku lumayan cukup jauh, juga mengingat kakak-kakak kami sudah bekeluaga, jadi saat ini hanya dia yang menemani kedua orangtuaku di rumah. Unila memang bukan satu-satunya jalan sukses setelah tamat SMA, tapi setidaknya Unilalah tujuan pertama, mengingat Unila adalah satu-satunya Universitas Negeri di Propinsi Lampung selain IAIN Raden Intan. Aku mencoba menenangkan adikku, aku minta dia untuk konfirmasi berita ini langsung ke kepala sekolah atau guru yang berwenang.

Aku terus bertanya-tanya ada apa dengan SMAku tercinta itu, masalah apa yang sedang dihadapi sehingga ada kabar seperti ini, kenapa yang jadi korban adalah siswa, kesalahan apa yang telah dilakukan para siswa. Pertanyaan-pertanyaan terus berkecamuk di otakku. Pasti bukan aku saja yang resah seperti ini. Ingin rasanya pulang kampung dengan harapaan mendapatkan kejelasan ini semua, minimal dari satu guru saja, tapi jadwal dan kegiatanku sedang penuh-penuhnya. Aku ingin menanyai atau sms beberapa siswa yang aku kenal di FARIS, tapi aku enggan. Aku ingin mendapatkan kebenarannya langsung dari guru. Sangat disayangkan bila hal ini benar terjadi. Pertama, SMAN 1 Bukitkemuning adalah SMA dengan kualitas yang mampu bersaing, dapat dilihat dari prestasi di sejumlah bidang, jumlah alumni yang diterima di beberapa perguruan tinggi nasional baik melalui jalur SPMB dan PMKA, alumni yang kini bekerja di pos-pos strategis dan lain-lain. Dari yang aku amati, alumni yang kini masih kuliah pun tetap mampu bersaing dan eksis. Sebagai contoh, saat ini saja salah satu alumni 2006, Hajriansyah, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unila, mencalonkan diri menjadi Wakil Presiden BEM Unila berpasangan dengan Antomi, mahasiswa FKIP Unila, sebagai calon Presiden. Untuk hasil sementara mereka mendapatkan suara dengan jumlah terbanyak. Ada masih banyak lagi alumni kita yang kini duduk di posisi elit di beberapa organisasi kemahasiswaan, keagamaan, sosial, dan masyarakat. Beberapa alumni juga telah bekerja di beberapa perusahaan dan institusi meskipun masih sedang merampungkan studi akhirnya. Belum lagi dari kampus-kampus di luar Unila. Alumni yang tidak menempuh studi di perguruan tinggi pun juga mampu bersaing dan eksis dalam dunia kerja dan masyarakat.

Aku coba menghubungi salah satu guru yang juga pembina Rohis, Ibu Rodiah. Aku mendapatkan nomor handphone beliau dari Aan Ansyori, hanya nomor itu yang dia punya. Alhamdulillah, Bu Rodiah mau berbagi informasi. Beliau mengklarifikasi. Adikku juga telah mendapatkan konfirmasi dari Pak Edi. Alhamdulillah, TERNYATA BERITA ITU HANYA ISU BELAKA. Mungkin berita ini merebak karena untuk dua tahun ini tidak satupun siswa yang diterima Unila melalui jalur PMKA, hal itu pun bukan karena adanya masalah antara SMAN 1 Bukitkemuning dengan Unila, tapi karena memang nilai siswa yang tidak lulus kualifikasi untuk program studi atau jurusan yang mereka inginkan. Kalau di SNMPTN tahun ini tidak ada siswa yang diterima di Unila, para siswa diperbolehkan pindah. Seandainya ada masalah antara SMAN 1 Bukitkemuning dengan Unila pun, hal ini tidak akan berkaitan dengan siswa atau alumni. So, it’s only an issue, guys! But, what’s a problem anyway? Memangnya ada masalah?

Seandainya ada, benar hal itu bukan urusan kita. Percayakan bahwa pihak pimpinan SMAN 1 Bukitkemuning mampu menyelesaikannya. Sebagai alumni, apa pun masalah yang sedang dihadapi, aku sangat berharap sekali supaya hal ini tidak berpengaruh kepada siswa, jangan sampai mereka yang menjadi korbannya. Semoga dengan adanya berita ini, bisa menjadi cambukan bagi SMAN 1 Bukit Kemuning untuk lebih maju lagi, mengupgrade semua personil, mereformasi sistem yang kira-kira sudah tidak applicable dan compatible. Lebih fokus lagi terhadap kegiatan-kegiatan pengembangan siswa dengan banyak dilibatkan dalam berbagai event. Aku masih yakin, guru-guruku di sana pasti sudah punya impian, ambisi, dan konsep yang jauh lebih baik untuk kemajuan SMA Negeri 1 Bukitkemuning tercinta. Semangat! Allohuakbar!!

Adik-adikku, PMKA bukan satu-satunya jalan. Kalau mau masuk Unila, masih ada SNMPTN. So, tetep semangat ya, prepare yourselves. Make everyone ‘ternganga-nganga’ with your awesomeness!!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda. Tolong tinggalkan alamat e-mail, blog atau website Anda.