Monday, July 27, 2009

Boleh Bermaksiat, Asalkan…

Boleh Bermaksiat, Asalkan…

A friend sent sms to Syofian Hadi:

ENGKAU DAPAT BERMAKSIAT, JIKA DAPAT MEMENUHI 5 SYARAT BERIKUT :


ENGKAU YAKIN REZEKI YANG KAU PEROLEH BUKAN DARI-NYA

PASTIKAN ENGKAU TIDAK MENGINJAK BUMI-NYA

ENGKAU YAKIN TIDAK DILIHAT-NYA

ENGKAU YAKIN TIDAK AKAN DIMASUKKAN KE NERAKA-NYA


YAKIN MALAIKAT ZABANIYAH TIDAK AKAN MENYIKSAMU


*) Subhanalloh, thanks friend for your tausiyah. Barakalloh..

Saturday, July 25, 2009

DONOR DARAH? Siapa takut!!!

Written by Syofian Hadi

First of all, Subhanalloh walhamdulillah, terima kasih ya Alloh, Kau telah menyembuhkan ibu-ibu kami. Akhir bulan Juni lalu, ibu dari sahabat kami Fitria Yulianti dirawat di Rumah Sakit Umum Abdul Muluk (RSUAM). Lebih dari satu minggu beliau terbaring lemah di rumah sakit. Karena sakit yang sedang dialaminya, beliau mengalami kekurangan darah, sehingga sangat membutuhkan donor darah O. Selang beberapa minggu kemudian ibu dari sahabat kami Fefiyana juga dirawat di RSUAM, sama seperti ibu Fitri, ibu Fefi juga membutuhkan beberapa kantong darah, tapi darah A. Alhamdulillah, kini ibu-ibu kami tersebut sudah boleh pulang, insya Alloh sudah sehat. Kami juga turut bahagia pit, pep.., :-) Alhamdulillah…

Oya, buat saudara-saudara yang sudah donor, alhamdulillah, ternyata donor itu banyak manfaatnya lho, baik bagi yang didonor maupun yang mendonor. Saya sudah mendapatkan informasi dari salah satu sumber. “Lho kox ngopy-paste doank sich di? Ya eyalah, kalo mo nulis sendiri artikel ini mah gak boleh sembarangan coy, gue harus melakukan penelitian dan cari banyak referensi. Insya Alloh deh one day I’ll make my own, hehehe. So, sementra telen informasi yang ini dulu yaa….”
Well, check this out!

MANFAAT DONOR DARAH
oleh Ustadz H. M. Haris Damrah

"Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya." ( QS Al Maidah ayat 32 )

Darah sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebab darah menjadi ukuran kesehatan. Pada kejadian-kejadian tertentu, seseorang mengalami kekurangan darah. Misalnya, setelah seseorang dioperasi, seseorang yang mengalami kecelakaan lalu lintas, seorang penderita DBD ( Demam Berdarah Dengue ) Stadium 3, dan sebagainya. Orang-orang yang mengalami kejadian tersebut akan sangat memerlukan darah. Di saat itulah transfusi darah amat dibutuhkan.

Transfusi Darah

Transfusi darah adalah tindakan medis pemberian darah kepada penderita, yang darahnya telah tersedia dalam kemasan yang memenuhi syarat kesehatan dan telah melalui pemeriksaan-pemeriksaan dan diberikan secara langsung. Islam tidak melarang seorang Muslim atau Muslimah menyumbangkan darahnya untuk tujuan kemanusiaan, bukan demi komersialisasi. Dalam hal ini, baik darahnya disumbangkan secara langsung kepada orang yang memerlukan transfusi darah, misalnya untuk anggota keluarga sendiri, maupun diserahkan kepada Palang Merah atau Bank Darah untuk disimpan sewaktu waktu untuk menolong orang yang memerlukan. Penerima darah dan donornya tidak disyaratkan harus sama agama/kepercayaan, bangsa / suku bangsanya dan sebagainya. Karena menyumbangkan darah dengan ikhlas itu termasuk amal kemanusiaan yang sangat dihargai dan dianjurkan oleh Islam. Sebab dapat menyelamatkan jiwa manusia, sesuai dengan firman Allah diatas.

Manfaat Donor Darah

Donor darah atau penyumbang darah adalah orang yang secara sukarela memberikan darah untuk maksud dan tujuan transfusi darah.Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta atau Bank Darah di rumah sakit-rumah sakit membutuhkan darah yang sehat dan aman untuk ditransfusikan pada yang membutuhkannya.
Dalam formulir pendaftaran donor darah terdapat pertanyaan-pertanyaan yang sangat diperlukan untuk mencegah pengambilan darah selama periode "Jendela" dari virus-virus tertentu, misalnya Virus AIDS, Hepatitis C. Periode ini dapat berlangsung selama 2(tiga) bulan atau lebih. Yang disebut periode "Jendela" ialah ada virus di dalam aliran darah, tetapi belum ada antibody virus yang dapat diperiksa melalui pemeriksaan darah di laboratorium, dan virus dapat masuk ke dalam darah pasien yang menerima darah dalam periode ini. Kelangsungan hidup pasien yang menerima darah sangat tergantung pada kejujuran calon donor darah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan merupakan upaya mencegah sehubungan risiko terhadap calon donor darah atau pada calon penerima darah dan juga untuk menentukan bagaimana dapat menggunakan darah dari donor darah seefektif mungkin. Tidak mungkin memeriksa darah untuk setiap infeksi penyakit, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pada formulir pendaftaran merupakan cara untuk meyakinkan keselamatan darah yang akan ditransfusikan. Apabila calon donor darah merasa bahwa ia perlu diperiksa untuk sesuatu sebab atau termasuk berisiko tinggi "Jangan Donor Darah". Apabila calon donor darah ragu-ragu tentang boleh tidaknya menyumbangkan darahnya, dapat bertanya pada petugas atau dapat langsung pulang meninggalkan ruangan.

Berdasarkan pengalaman para donor yang telah menyumbangkan darahnya, telah banyak manfaat yang mereka peroleh setelah menyumbangkan darahnya. Antara lain :

1. Mengetahui golongan darahnya.

2. Mengetahui tekanan darah secara berkala (tiga bulan sekali) pada setiap akan menyumbangkan darahnya.

3. Dapat memperbarui darah di tubuhnya, karena telah menyumbangkan darahnya sebanyak 350 cc. Kemudian memperoleh darah yang baru pada bulan berikutnya.

4. Dapat tidur nyenyak.

5. Nafsu makan bertambah.

Maha Benar firman Alloh : " Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ( QS. Al Isra ayat 7 )

Marilah kita saling membantu sesama manusia, salah satunya dengan cara menyumbangkan darah kita untuk orang yang membutuhkan (donor darah). Janganlah kita memelihara kebencian, kedengkian, kemurkaan dan permusuhan yang sering menimbulkan pertumpahan darah, sehingga banyak nyawa yang melayang karena kehabisan darah.

Bersedekah itu bukan hanya dengan harta saja, namun bisa dengan apa saja yang kita miliki, misalnya bersedekah dengan menyumbangkan darah demi untuk menolong orang lain.

sumber : Risalah Tabligh Korps Muballigh Jakarta (KMJ) No.43 Jum'at ke-1 Tahun XIV, 21 Syawal 1428 H / 2 November 2007

taken from:
http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg05821.html

--------------------------(*_*)------------------------------------

So, besok-besok kalo ada yang butuh darahmu, kamu gak perlu takut, cemas, justru insya Alloh kamu bakal sehat. Asalkan ketika mendonor, pastikan kamu dalam kondisi sehat. Tapi jangan pura-pura sakit atau cari-cari alasan karena takut ditransfusi yaa! Kalau memang sehat, selanjutnya adalah ikhlas dan yakin, insya Alloh tidak akan terasa sakit, pusing, dan lain-lain. Alloh pasti akan mempermudah, semoga Alloh meridhoi. Aku jadi teringat pesan seorang sahabatku, Habi, dia pernah bilang, “Posisikanlah diri kita sebagai orang yang membutuhkan bantuan tersebut, pastinya ingin ada orang yang segera membantu kita”.

So, Donor darah? Siapa takut!!

Untung Aku Bukan Saudara Mereka!

Written by Syofian Hadi

I took this article from http://teguhtimur.com/2008/03/26/obama-sepupu-jauh-george-w-bush/ dengan sedikit pengeditan.

GENEOLOGI atau hubungan kekerabatan dan pertalian darah antar manusia memang sering mencengangkan.

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa Barack Obama punya hubungan kekerabatan dengan George W. Bush. Seperti diberitakan BBC Barack Obama adalah sepupu kesepuluh Bush. Pertalian darah mereka bermula dari seorang laki-laki bernama Samuel Hinkley dari Cape Cod, yang meninggal dunia tahun1662.

Selain dengan Bush, Obama juga merupakan sepupu aktor Hollywood Brad Pitt. Sementara Hillary Clinton, punya hubungan darah dengan Angelina Jolie, kekasih Brad Pitt.

Hubungan kekerabatan ini terungkap melalui penelitian yang memakan waktu tiga tahun. Peneliti Christopher Child, dari the New England Historic Genealogical Society, mengatakan nenek moyang Obama dan Clinton punya banyak kesamaan dari yang mungkin pernah mereka pikirkan sebelumnya.

The Society yang didirikan tahun 1845 adalah lembaga genelogi terbesar di Amerika. Penelitian tentang asal keturunan Obama dan Clinton ini dipimpin oleh Child dan Gary Boyd Roberts.

Obama lahir dari perkawinan silang antara seorang pria Kenya, Barack Hussein Obama Senior, dengan wanita kulit putih kelahiran Kansas, Stanley Ann Dunham. Kedua anak muda ini bertemu di University of Hawaii at Manoa. Obama Senior adalah mahasiswa jurusan ekonomi, sementara Ann Dunhan mahasiswi jurusan antropologi.
Barack Obama lahir tahun 1961. Beberapa tahun kemudian, ibu dan bapaknya bercerai. Ia pernah tinggal di Jakarta, Indonesia saat ibunya menikah dengan pemuda Jawa, Lolo Sutoro di akhir 1960-an hingga awal 1970-an.

Obama juga diidentifikasi memiliki hubungan kekerabatan yang terbilang dekat dengan Dick Cheney. Bush dan Cheney adalah tokoh Partai Republik yang menurut Obama membawa Amerika pada jurang kenistaan sebagai negara pengimpor perang.

Selain Bush dan Cheney, Obama juga disebutkan punya hubungan dengan mantan presiden Gerald Ford, Lyndon Johnson, Harry S Truman, dan Winston Churchill.

Sementara itu Hillary Clinton disebutkan punya hubungan kekerabatan dengan Madonna, Celine Dion, dan Alanis Morisette. Hillary dan Angelina Jolie adalah sepupu kesembilan. Mereka dihubungkan oleh Jean Cusson, yang meninggal di St Sulpice, Quebec, Kanada tahun 1718.

After reading the article above, I just said syukur deh they have no relationship with me, hehehehe…

Thursday, July 16, 2009

KING, The most amazing movie

(This writing should have been posted last week but I had no time because I was on duty in another city. I also planned to post it last night, but the electricity was off. Again, I find so many reasons, hahahaha…!!)
Actually it was a sudden plan for watching this movie. We hadn’t known whether or not this movie is good. So, the first reason is our embitterment to this movie, while my own reason is that I must watch this movie before I go to Jakarta to follow a teacher training for a week, hehehe.. Peace friends!

Last Tuesday, July 7th 2009, I came to the cinema together with my beloved friends; Anwar and Habi. Satria and Ahyar cancelled their joining with us. Anwar loves everything about badminton so it made him more enthusiastic, Habi still worried about the quality of this movie since he was so disappointed with ‘Ketika Cinta Bertasbih’ which is like a Sinetron based on all aspects he thought, while I just didn’t wanna be a person who had to wait for a week more only for watching this movie. Sure, I can’t wait.

We arrived at the cinema at 2 p.m. and all the tickets had been sold out. Then we could watch KING at 5 p.m. We were not sure whether we could be patient to spend three hours there only for waiting while Anwar was fasting and we worried about our Maghrib, we would prayed at 6.30. To spend the time, we went around the square. One and half hours-window shopping made us tired, then we came back to the cinema, sitting there taking a rest, chatting away and having joke. Until a security guard came to admonish us, we realized that we had done an exaggerated action, hahaha, “Sorry, Sir!”

We still had fifty minutes more, and then we went to Musholla to take Ashar pray. On the way when we came back to the cinema, suddenly we found our old friend, Tamtam. She was our university classmate, but at the third semester she dropped out. We and all our friends miss her so much since we lost contact. Neither much information about her we got. After that, Anwar bought two bottles of drink for fasting break, we was shocked so much by their price. Stop, I have no word.

Finally we were invited to enter the cinema. In fact, we are still cute, because most of the movie gores at that time were elementary school students. They, we are! Hahaha..!!
At the first five minutes, I was still confused with this movie, it showed a badminton playing more and more. I asked my self “What does this movie tell about? Liem Swie King?”, but it didn’t take a long time; soon I could flow with the movie.

The film tells the story of a poor village boy named Guntur who grows up in central Java, idolizing Liem Swie King and dreaming of becoming a badminton star.

Here's a review of King from The Jakarta Post:

`King' romanticizes national passion

If you love movies and grew up watching Indonesia triumph time and time again on the badminton court, then you will find it hard not to be swept away in nostalgia when watching King, possibly the first Indonesian film centered around badminton.
The story, written by actor Ari Sihasale making his directorial debut, serves as a nice reminder to the nation's almost former glory in the racquet sport, especially since the film has arrived at a time when Indonesia's badminton scene has been plagued by poorer performances recently. Despite facing tough rivalry against a certain robot-themed Hollywood blockbuster, a low-brow Indonesian horror flick and a strong (not surprisingly) kids pic, King will likely draw in some decent crowds in its opening week.
What remains to be seen is whether children, the film's target market, will actually turn out in droves to watch this film. Considering the film's modest, if not slow, pace in the first half, bar a few heart-tugging moments in the first few minutes, children may be squirming in their seats trying to understand this film.
However, both young and old alike will be mesmerized by the idyllic, postcard-like scenes shot beautifully by the film's director of photography, Yudi Datau. The film captures the majestic grandeur of the mountains, hills and green fields of stunning Central Java so successfully it overshadows some of the early bumps in the plot.
The telltale signs were evident from the start, with overreliance on a narrator who did not enhance nor provide additional information to the story itself. A formulaic yet workable take on the "zero to hero" theme, the film depicts the struggle of a poor village boy Guntur (played by newcomer Rangga Raditya) trying to fulfill his father's (comedy troupe Srimulat member Mamiek Prakoso) rigorous physical training program for him to become a badminton champ. His longtime idol is the legendary Indonesian badminton player Liem Swie King, from which the film takes its title.
Along with the typical ingredients of a few sidekicks (played by newcomers Lucky Martin & Valeria Thomas), the story bounces off one coincidence after another. There is no explanation offered initially as to why Guntur wants to be a badminton champion, and it is not until the middle of the film we learn the reasons behind his father's harsh training program. Until that point, it is hard to empathize with the father and he is left seeming one-dimensional
Yet, that does not stop Mamiek Prakoso form delivering a compelling performance, albeit a slightly subtle one. Mamiek delivers what most actors fail to do, which is subtlety without being passive and unconvincing but not overreacting at the same time.
Ten years ago, in a similar role as the single parent of an extraordinary child, Toni Collette performed magnificently and received quiet appreciation for her performance in The Sixth Sense.

Mamiek's best scenes are actually often those when he does not speak, such as his silent but powerful presence in the final scene of King that brings everything to a climax.
Ari Sihasale has done well in his directorial debut here, but perhaps his decision to not move away from children's films was not such a good idea. Known as the man behind Alenia Pictures, which has produced Denias Senandung di Atas Awan (Denias: Hum Above the Clouds) and Liburan Seru (Fun Holiday), the similarity between the plot of Denias and King is too strikingly similar to be ignored.
If Denias must find education in order to have a future, then Guntur in King aims to break free from his father and play professional badminton for a living. Both incorporate point-and-shoot nature scenes and are from the outset clearly feel-good films.
Undeniably, it is great to see Indonesia's badminton greats making a cameo appearance, including the legendary Lim Swie King. Another great aspect of this film is that the badminton matches look real, not staged, and flow naturally via effective editing and fantastic musical scoring.
For some, that ultimate *feel-good' vibe will undeniably come from emotional scenes where people gather in front of televisions and cheer Indonesia while they win the world championships.
King will definitely go down as one of Indonesia's better sporting films, without a doubt. King, with English subtitles, is playing in select theatres nationwide.

@-)
To me, KING is the best movie. It’s very different with the other Indonesian movies that I’ve ever watched. I’m speechless to describe how amazing this movie is. Let the expert movie analyzers comment about this movie. Many scenes made me hard to restrain my weeping and screaming many times. KING had paid our ‘waiting for three hours’, made us forget about ‘security guard’s admonish’, ‘compulsion expensive drinks’, ‘increased ticket price’ and so on. Habi satisfyingly said “This is the real movie!” wow! From ten stars to appreciate KING, we give it nine!

Thursday, July 2, 2009

Jangan Menyerah D'Masiv

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa


Woooww..!! Daleeeemmm!! Dasyaat..!!
Lirik, lagu, musik, video klip nya kereenn semua!
Pertama kali liat klipnya di Dahsyat beberapa hari yg lalu sempet menghentikan detak jantungku beberapa saat..
Ya Alloh, aku jarang bersyukur..