Wednesday, December 23, 2009

Playlist Ibu…

by Syofian Hadi

22 Desember kemarin adalah Hari Ibu. Status-status di facebook semuanya mengenai Ibu. Televisi, Radio, Media cetak pun membahas mengenai hari Ibu. Ada banyak aktivis dari berbagai kelompok membagikan setangkai bunga, sticker, dan kartu ucapan di jalan-jalan ke para pengandara kendaraan. Hingga hari, nuansa itu pun belum hilang. Euphoria? Mungkin. Aku pun turut serta dalam euphoria ini walau sesungguhnya untuk menghormati atau mengenang jasa ibu tidak hanya pada tanggal 22 Desember.

Entah mengapa pada 22 Desember kemarin aku turut dalam semarak hari Ibu ini. Winamp aku nyalakan dengan playlist yang bertemakan ibu:

Bunda – Potret
Surga di Telapak kakimu – Gita Gutawa
Just for My Mom – Sheila on 7
Your Mother – Yusuf Islam
Ibu – Shoutul Haq
Ibu – Alveoli
Ibu – Ar Royyan
Ibu – Sakha
Ibunda – Kasih
Ibunda - Justice Voice
Ibu Doakanlah - Seismic
Duhai Bunda – Now See Heart
Lagu untuk Ibu _ Brothers
Untukmu Bunda – Gradasi
Kasih Ibu – Saudara Persaudaraan
Bunda Piara – NN Lagu Anak
Kasih Ibu - NN Lagu Anak
Ibu – Rhoma Irama

Friday, December 18, 2009

Tahun Baru Hijriyah, Momen untuk Perbaikan Diri

Taken by Syofian Hadi
from http://www.republika.co.id/berita/96305/Tahun_Baru_Hijriyah_Momen_untuk_Perbaikan_Diri

Memasuki tahun baru Hijriah merupakan momen untuk melakukan pertobatan dan bertekad untuk berbuat yang lebih baik daripada apa yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Ini ditegaskan Adian Husaini, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Rabu (16/12).

''Memasuki tahun baru Hijriah ini merupakan momentum untuk melakukan perbaikan diri,'' tegas Adian. Ditambahkannya, perlu adanya muhasabah atau evaluasi diri, melihat dari apa yang telah dilakukan sebelumnya. ''Kegagalan, kesalahan, kekurangan di masa lalu sebagai dasar evaluasi untuk memperbaikinya di tahun-tahun mendatang,'' papar Adian.

Dikatakan Adian, hendaknya umat melakukan pertobatan yang serius. ''Hal-hal yang sifatnya upacara-upacara atau seremonial yang sifatnya hanya pemborosan, hendaknya dihilangkan pada peringatan tahun baru Hijriah,'' ungkap Adian.

Pola-pola hidup pragmatis individual menurut Adian juga hendaknya dihilangkan dalam menjalankan kehidupan mendatang. ''Suatu keberhasilan saat ini hanya dilihat dari tolak ukur capaian-capaian materialistik. Pandangan ini perlu diubah. Bahwa capaian-capaian dari sudut spiritual merupakan keberhasilan yang hakiki. Seperti dalam syair lagu Indonesia Raya, bahwa selain perlu membangn raga, yang terpenting adalah membangun jiwa,'' tutur Adian.

Para pemimpin menurut Adian, ke depan juga perlu lebih memberikan keteladanan pada rakyat dan umat. ''Seperti adanya pemadaman listrik bergilir, seharusnya yang padam bergilir adalah rumah-rumah pejabat, bukan rakyat jelata,'' katanya. Demikian pula bahwa kondisi saat ini, pemimpin dan pejabat menurut Adian kurang memberi teladan. ''Misalnya rakyat jelata selalu terkena macet, sementara pejabat dengan mudahnya menerobos kemacetan dengan pengawalan luar biasa,'' kata Adian. Ditambahkannya, penyakit yang paling mengerikan di dunia ini adalah penyakit cinta dunia.

Syofian Hadi mengucapkan : SELAMAT TAHUN BARU ISLAM, 1 MUHARRAM 1431 HIJRIYAH.
Semangat Tahun Baru Islam menjadi Momentum Muhasabah,Momentum Evaluasi Diri Ke Arah Kehidupan yang Lebih Baik.