Friday, March 29, 2013

Riya' Gak Sih? Munafik Gak Sih?


Assalamu'alaikum..
Untuk teman2 yang suka curiga orang lain itu riya' atau munafiq dan untuk teman2 yg khawatir beramal ibadah karena takut dituduh riya atau munafiq, ada baiknya nih baca kultwitnya bang Akmal Sjafril @malakmalakmal

Ada pertanyaan muncul di TL pagi ini. Bagus dan perlu dijawab. Seputar riya', dan ditambahkan sekalian soal nifaq.   

Banyak org menganggap amal yg diperlihatkan itu riya'. Padahal tdk demikian definisinya.
  
Adakalanya, amal yg diperlihatkan justru bernilai syiar. Contoh: tilawah di dlm kereta api. Apa itu riya'?
 
Banyak org terinspirasi melihat org tilawah di tempat2 umum. Efeknya bagus.
  
Soal riya' atau tidaknya, parameternya adalah: apakah amal yg sama dikerjakan juga ketika tak ada yg melihat?

Mis: kalo org melihat, shalat sunnah baca surah An-Naba' (biar panjang). Kalo gak ada yg liat, surah Al-Ikhlash melulu :D

Kalo ada yg liat tilawah. Kalo gak ada yg liat, mushafnya gak pernah disentuh. Nah itu indikasi riya'. Indikasi, lho ya!
 
Mnrt saya, menuduh org lain riya' itu tdk logis. Sebab riya' br terbukti kalau tak ada yg liat.
 
Tak ada saksi, berarti tak boleh menuduh donk. Kecuali kalau kita ngintip. Nah, kalo ngintip, kita yg salah :D

Pelajaran soal riya' itu seharusnya digunakan utk bercermin, bukan menuduh2 org. Sama seperti nifaq atau kemunafiqan.
  
Siapa yg tau seseorang itu munafiq atau tidak? Munafiq itu artinya pura2 beriman, pdhal tidak.

Salah 1 ciri2 org munafiq adalah berbohong. Tapi tdk semua yg berbohong itu munafiq.
 
Anak kecil berbohong, itu bukan kemunafiqan. Munafiq itu pura2 beriman. Kepura2an yg lain bukan kemunafiqan.

Sama spt: ciri2 pembunuh yg dicari adalah berambut keriting dst. Apa semua yg keriting itu pembunuh? Tidak, itu br indikasi.

Makanya, sahabat Nabi saw termasuk Abu Bakar ra mencurigai dirinya sendiri munafiq. Bkn mencurigai org lain.

Sebab, menuduh org lain munafiq itu gak jelas parameternya apa. Itu masalah hati. Curigai diri sendiri, itu lebih pas dlm masalah ini.

Sudah pasti, amal yg sembunyi2 lbh selamat dr bahaya riya'. Tapi amal yg terang2an tdk ditolak, selama niatnya ikhlash.

Sabar, ini kesalahpahaman biasa kok di Indonesia :) Abu Bakar ra jg sedekah seluruh hartanya di dpn byk org

Ya justru gak bisa dibuktikan, makanya gak boleh menuduh org lain riya' :)


Retweeted by Syofian Hadi.
So, keep having a passion for doing our best amal ibadah. Lillaahi ta'alaa.. :)

Thursday, March 28, 2013

20 menit bersama Syeikh Sa'ad Al Ghamidi

By Syofian Hadi

 Photo: 20 menit talkshow tvone with Syeikh Sa'ad Al Ghamidi td memang terasa sangat singkat, Tapi tetap, getarannya luar biasa, subhanalloh..


20 menit talkshow tvOne with Syeikh Sa'ad Al Ghamidi tadi memang terasa sangat singkat. Tapi tetap saja, getarannya luar biasa terasa. Subhanalloh.. 

Kenapa singkat? Karena, maklum, saya sendiri belum tahu benar yang mana beliau ini. Biasanya saya hanya mendengar suara beliau yangg melantunkan ayat Al Quran dari masjid-masjid sebelum adzan 5 waktu atau dari mp3 player yang ada di laptop.Kemarin-kemarin saya mengira bahwa beliau berusia di atas 60 tahunan. Ternyata, beluam sampai berusia 50 tahun. Masih terlihat sangat muda, dengan wajah teduh dan bersahaja. Juga bisa bercanda.

Saya sangat bergetar melihat tayangan video beliau yang sampai menangis ketika mengimami shalat di masjidil haram, jama'ah pun menangis. Seperti apa lembutnya hati beliau ya?

Kenapa yang membaca dan mendengar bisa menangis? Karena Al-Qur'an itu dibaca bukan hanya dengan suara tapi juga dengan ruh. Imam itu harus shalih, beriman, bertaqwa, takut kepada Allah SWT.


Lha kita bagaimana? Menangiskah ketika membaca atau mendengarkan lantunan Al-Qur'an? Atau pernahkah kita menangisi ketidakmampuan kita menangis ketika membaca atau mendengarkan lantunan Al-Qur'an? Seperti apa hati ini? :'(

Pemerintah Arab Saudi sangat perhatian dengan imam-imam masjid dan para hafidz Al-Qur'an. Di setiap masjid dibuatkan halaqoh-halaqoh qur'an.
Eh, apakabar bacaan dan hafalan kita? *tutupmuka*

Siapa yang tidak merinding dan bergemuruh hati ketika beliau membacakan doa untuk masyarakat Indonesia di akhir talkshow? Kabulkan, Yaa Rabb..

Jazakumulloh, Syeikh Sa'ad Al-Ghomidi dan Ustadz Yusuf Mansur.
Alhamdulillah.. :')

Wednesday, March 27, 2013

10 SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW YANG DIJAMIN MASUK SURGA

INILAH 10 SAHABAT NABI SHALLALLAHU'ALAIHI WASALLAM YANG DIJAMIN MASUK SURGA


 BAGI seorang Muslim, masuk surga adalah sebuah tujuan akhir dari perjalanan hidup ini. Maka, ketika Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam menyatakan bahwa ada di antara para sahabatnya yang dijamin masuk surga, tentu saja menimbulkan ghirah bagi kita semua.

Siapa saja ya...?, berikut adalah sahabat-sahabat tersebut:

1. Abu Bakar Siddiq ra.
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga dalam al- Quran (Surah At-Taubah ayat

ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadits.

2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat.

Di zaman kekhalifahannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukinya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak dalam masjid Nabawi di Madinah.

3. Usman Bin Affan ra.

Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannya lah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.

4. Ali Bin Abi Thalib ra.

Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Kufah, Iraq sekarang.

5. Talhah Bin Abdullah ra.
Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Di dalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Talhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.

6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.

7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.

8. Sa’id Bin Zaid
Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.

9. Abdurrahman Bin Auf
Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi’.

10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah saw. Meninggal pada tahun 18 H di Urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.

Dari berbagai sumbe.


Copied and pasted by Syofian Hadi from http://www.facebook.com/photo.php?fbid=442347169186198&set=a.186811384739779.50399.100002327566413&type=1


Dosa-dosa PKS Bab 2

Anak Betawi
anak jakarta/lahir di jakarta/gede di jakarta/tapi belom tentu mati di jakarta



Alhamdulillah Abang None Encang Encing Nyak Babe. Ngeliat tulisan gue kemaren tentang Dosa-Dosa PKS, ternyata rame beneeer dikomentarin. Jadi pada nyadar ye semua. Ternyata si PKS nih bejibun dosanya.

Nah, sekarang mumpung masih anget, gue sajiin nih dosa-dosa PKS selanjutnya. Makan dah tuh pade.
 
1. LHI Tertangkap Tangan Menerima Suap dan Berzina Dengan Perempuan
Wihhh…bombastis amat judulnya. Ga tanggung-tanggung. Presiden partai nya meen!!. Dicokok KPK, dibilang Operasi Tangkap Tangan bersama Rani di hotel. Bukan sembarang orang nih. Tapiiii,gue agak-agak ga nyambung nih Ini yang oon pembawa beritanya apa yang baca yak. Soalnya, dari mulai yang ketangkep, tempat penangkapan dan waktu penangkapan masing-masing beda. Yang ditangkap AF + Rani di loby hotel. Sementara, LHI ditangkap di kantornya PKS beberapa jam setelahnya. Emangnya LHI punya ilmu “meraga sukma” nya Wiro Sableng waktu ketemu sama Ratu Duyung?? (ketauan bacanya apa..hehe). Di hotel ada LHI, di kantor PKS ada LHI? emang bisa begitu. Gue yakin LHI belum nyampe maqomnya nyamain Wiro Sableng muridnya Sinto Gendeng Sang Pendekar 212 bergelar Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212. Masih jauuh.

Lagian, ane ingetin nih ma ente-ente pade. Hati-hati nuduh orang berzinah. Kalo salah hukumannya cambuk bro. Dulu aja, Sahabat Nabi yang imannya dah selangit tembus pernah di cambuk gara-gara nuduh istrinya berzina. Padahal dia ngeliat dengan mata kepalanya sendiri! tapi karena gak mampu datengin 4 orang saksi, maka dia dicambuk. Itu sahabat nabi bro, yang imannya dah selangit tembus. Lah kita?? nembus langit-langit juga ngga. Berani-beranian nuduh orang berzina. Hiyyyy serreeeeemmm… Buruan dah istighfar pada…Astaghfirulloohal ‘adhiiim.
 
2. Anggota DPR, kader PKS, ketangkep nonton video porno di ruang sidang.
ck..ck..ck… Kebangetan dah emang. Gak pernah deh nih yang begini kejadian di gedung DPR kecuali PKS. Yang udah-udah sih ada 3gp nya punya Golkar & PDIP. Tapi itukan ga ketangkep langsung. Rekamannya doang yang nyebar. Kalo yang ini..hhmmm…langsung broo. Malu gak tuh.

Tapi dasar emang PKS. Gak asik banget dah. Baru aja ketangkep begitu, trus dicengin abis-abisan dimana-mana, eehhh….dia malah mundur. Eh Gimana sih, sebagai anggota dewan, itu gak konsisten namanya. Kalo jadi anggota dewan tuh kudu buta matanya, budeg, kupingnya mati hatinya. Biar apa? biar ndablegg. Ndableg gak peduli omongan rakyat, ndableg ga usah mikirin rakyat, ndableg bodo amat yang penting dirinya kenyang, ndableg kagak tau malu!

Emang begitu semua anggota dewan??lah emang semua kudunya begitu. Liat noh dari Golkar, PDIP, Demokrat, dah jadi terdakwa korupsi aje masih jadi anggota, masih nerima gaji dari rakyat, masih nikmatin fasilitas rakyat. Ngapain mundur-mundur. Adem coyy, gajinya aja 60 juta sebulan. Rugi kalo ditinggalin.

Tapi ini PKS kagak ??!!! sedikit-sedikit mundur, sedikit-sedikit mundur, mundur kok sedikit-sedikit? hehehe. Dan ini dah kejadian dari zaman dulu nih. Dari zamannya Nur Mahmudi Ismail, waktu jadi Menhut, dia mundur dari Presiden PKS. Hidayat NW, waktu jadi ketua MPR, dia mundur juga. Tifatul Sembiring juga begitu. LHI & Anis mundur juga. Termasuk Arifinto yang nonton ini nih. Ikutan mundur besok harinya!! gak pake lama, gak nunggu sprindik bocor dulu, gak nunggu Ketua Majelis Tinggi marah-marah dulu (emangnya PKS punya??). Payaaaahhh…padahal baru dibully bentaran doang dah mundur. Yang tegar donk, kan katanya politisi kudu tegar gak boleh gentar membela yang bayar. Atau mungkin, justru ini jadi dosa selanjutnya PKS ya?? udah jadi budaya di dalemnya kali yak.
 
3. Pantang Rangkap Jabatan, Sedikit-sedikit mundur, sedikit-sedikit mundur, mundur kok sedikit-sedikit
Nah itu yang dah gue terangin diatas, dari mulai NMI, HNW, Tif-Sem, Nis-Mat, LHI, Arifinto, kok gampang banget sih mundurnya. Bukannya dapet kursinya susah yak, kata yang lain kudu bayar berjut-jut, modalnya gak sedikit. Tapi kok gampang banget yak mundurnya.

Gue bener-bener dongkol bin gondok bin sebel nih ma PKS. Karena dia gak kayak partai-partai laen. Jadi menteri hayook, ngurusin partai tetap nomor 1. Bukan cuma menteri loh. Contoh baik ini datang langsung dari Presiden kita. Presiden Bangsa Indonesia. Bapak SBY. Dah jadi Presiden, masih jadi ketua Wanbin. Cukup??belom kudu ada Majelis Tinggi Partai, ketuanya siape penontoon??? EEEsssBeeeYeeeee. Yak, Seratussss. Cukup, belommmm? gak cukup dari dalem negeri, dari Luar negeri juga masih ngurusin partainya, dan gak sembarangan luar negerinye, dari Mekkah boossss. Tanahnye Nabi. Yaahh, mungkin berat banget kali urusan partainya yee, lebih berat dari urusan rakyatnye, ampe dibawa langsung ke depan Ka’bah. Kita doain aje abang none, biar kelar deh ngurusin partainya, biar bisa fokus dia ngurusin kite-kite ini. Kasian amat ya kita. Kayak anak yatim gak punya bapak.huhuhu…

Segitu dulu noh abang none, encang-encing, nyak babe. Ane mau semedi dulu, mau ngadu ilmu ma eyang subur.

Salam

Copied and Pasted by Syofian Hadi from http://politik.kompasiana.com/2013/03/27/dosa-dosa-pks-bab-ii-545682.html

Dosa-dosa PKS


Anak Betawi
anak jakarta/lahir di jakarta/gede di jakarta/tapi belom tentu mati di jakarta



PKS. Lagi-lagi PKS. Ni partai emang ga berhenti berbuat ulah. Ada aja ulahnya yang bikin gue dongkol bin sebel. Yg terakhir ini, gara-gara mentan yang dari PKS tuh, harga daging sapi, bawang, sekarang cabe, pada naik semua. Gila-gilaan naiknya. Masa bawang putih sampe 100 ribu/kg, gimana nanti enyak gue bikin soto di warung. Dinaikin harganya pembeli kabur, gak naikin rugi mulu.

Kali ini udah sebagian gue rangkum, dosa-dosa yang pernah (dan masih) diperbuat PKS, antara lain:

1. PKS ngelawan keinginan Amerika Serikat
Ini nih. Tingkatannya dah dosa besar. Gimana nggak, Amerika gitu loh, penguasa dunia, superpower ekonomi, militer, teknologi, bla…bla..bla.. Indonesia sendiri dah lama jadi negara bagian ke 51 dari AS. hehehe. Tercatat semenjak tahun 1967 setelah Pemerintah menandatangani Kontrak Karya Generasi Pertama yang menandai penjajahan Freeport atas bumi Papua. Setelah itu Indonesia menjadi surga bagi korporasi raksasa multiinternasional, seperti Exon, Freeport, Caltex, British Petroleum, Chevron, dll. Para korporat ini bisa dengan sesuka hatinya menghisap harta kekayaan bumi Indonesia ke negaranya masing-masing dan untuk kemakmuran dirinya, sementara Indonesia hanya diberi remah yang bernama bagi hasil dan retribusi daerah serta pajak seadanya yang apabila ditotal tidak akan cukup untuk reklamasi kehancuran alam akibat proses penambangan.

Selain Pertambangan, korporasi ular berbisa ini juga masuk di bidang pangan atas nama Impor. Ini nih biang keladi kemiskinan petani di Indonesia. Atas nama kebutuhan pangan dalam negeri, Pemerintah ngambil jalur pintas dengan jalan beli dari luar negeri alias impor. Aneh ya pemerintah ini, bumi Indonesia sedemikian subur tapi semua-mua impor. Kedelai, daging, bawang, cabe, buah, sampe daleman di badan juga impor. Emang sih, kerja keras itu susah, capek, lama dan kudu sabar. Enakan impor. duitnya duit rakyat, tinggal beli, apalagi ada margin buat importir-importir tengik itu. Jadi dah kuota Impor sebesar-besarnya.

Naaah…mulai Zaman Mentan dipegang PKS ini nih, mulai berani Indonesia ngebatesin keran impor dari Amerika, khususnya Daging, Buah dan produk agrikultur lain. Contoh: daging sapi, sebelum 2010 , kuota impor daging sapi masih di atas 50 persen. Lalu, tahun 2011 turun menjadi 35 persen, 2012 sebesar 19 persen, dan target 2013 sebesar 15 persen. Dan kalo masih dia yang jadi mentan nih, rencananya  2014 bakalan cuma dikasih 10 persen dari total kebutuhan dalam negeri. Sisanya dari mana?? jadinya mahal lagi doonk?? ya logikanya sih kaga donk abang none encing enyak babe,  soalnya impor itu cuma untuk menuhin permintaan industri kayak perhotelan dan restoran, maklum dah lidahnya cocoknya sama sapi bule, gak cocok ma sapi jawa & bali kayak punya kita, sisanya ya dari peternak lokal yang menuhin pasar lokal pake sapi lokal juga. nah liat tuh, siapa yang untung siapa yang buntung, yang untung peternak lokal donk, yang buntung si bule-bule itu. Biasa dikasih banyak, eh disunat bagiannya. Ya udah dah, centeng-centengnya pada ngamuk semua, jadi deh supply sapi dalam negeri dimainin. Diborong semua, ditimbun, sampe persediaan dalam negeri sedikit. Yang berlaku hukum pasar kalo begini, persediaan sedikit harga naik. Begitu. Itu juga yang kejadian sama bawang, cabe, apalagi dah buat besok. Tujuannya satu nih. Biar impor lagi, kalo g bisa, Mentan nya deh yang ditendang, berani ngelawan big boss.

2. Susah nyari kader parpol nya yang korup
LHI? lu cari dah tuh KPK boroknya dimana. Ketangkep tangan? dari hongkong. Yang ketangkep si AF, kenapa jadi LHI yang diseret. Ibaratnya nih, ada orang yang pake nama ente buat minta duit ke orang, padahal ente kagak kenal ma nih orang yang nyatut, tiba-tiba tanpa ditanya lagi, ente dicokok polisi karena kata polisi uangnya buat ente. Nyolot ga ente kalo begini? mau pake apalagi dalilnya KPK? pengaruh? gara-gara LHI Presiden PKS, dia bebas nyuruh Mentan buka Impor buat PT anu-anu. Aduuuhhh…emangnya nih mentan gak punya bos apa, bos nya kan SBY Presiden RI, masa mau SBY takluk ma LHI? ogah la yauww kata SBY. Terakhir KPK sampe ngobok-ngobok AD/ART nya PKS, emangnya mau ngadain Munas Luar Biasa ya KPK ini.

Lah terus emang kenapa sih PKS kudu harus korup? Lha emang harus gitu, partai tuh kudunya jadi tempat koruptor, karena politik itu tempatnya orang-orang kotor yang suka asal maen sosor biar gampang buat setor. Contoh tuh Demokrat, PDIP, Golkar. Itu baru parpol sejati, karena korup berkali-kali. Apalagi si Demokrat, mumpung lagi berkuasa, sikaaat semua.

Jangan kayak PKS ini. Masa partai jadi tempat pengabdian? yang bener aja.

3. Kepedulian terhadap warga nomor wahid
Bukan ngomongin Alm. Gusdur nih. Tapi kepeduliannya ma warga yang bikin gue tambah gondok. Padahal kan gak lagi musim pemilu, ngapain sih ngurusin warga kebanjiran, kebakaran, ngadain sembako murah, bimbel gratis, advokasi ke birokrasi, sampe bedah rumah segala. Kudunya mah partai dateng 5 taun sekali. Musim kampanye. titik. Ngasih selembar 50 ribuan, trus dapet deh suara. Modalnya cuma koar-koar doang, tebar janji manis, tebar pesona biar rakyat jadi klepek-klepek. Meskipun ntar jadinya malah tambah sengsara. Emang gue pikirin! kata partai. Yang penting menang dulu woyy.

Yang terakhir bukti kepeduliannya nih, pas kebakaran di Tambora kemaren. Meskipun abis dicaci-maki, tetep aja kader-kadernya pada cool. wira-wiri bantu bersihin, ngadain pengobatan gratis, nyiapin sarapan & makan malem buat korban. Gak ada matinye bener-bener nih partai. Pas gue tanya ke mpok-mpok kadernya yang lagi gedebak-gedebuk,”Mpok, duitnya dari mana sih?kok ga abis-abis kayaknya bantuin warga mulu”? “Patungan bang…” kata dia, “duit-duit kita semua”tambahnya lagi. Ehhh…buset dah..masih ada nih manusia kayak gini di zaman ini. Masya Allaahh. Kalo abang masih perjaka, mau deh yang beginian abang jadiin bini. hehehe. ngareeep.

Nah 3 itu dulu tuh, dosa-dosa PKS yang bisa gue rangkum buat disajiin ke ente-ente semua. Besok-besok kalo ada waktu, gue tambahin deh catatan dosa PKS.

Salam.

Copied and pasted by Syofian Hadi from http://politik.kompasiana.com/2013/03/26/dosa-dosa-pks-545430.html

Monday, March 25, 2013

Senyumlah.. :)

Senyumlah pada kekasih; ia menyuburkan cinta.
Senyumlah pada musuh; ia mencekamkan hormat.
Senyumlah pada pendengki; ia menjejalkan sesal. :)


Senyumlah saat bahagia; ia menjaga waspada.
Senyumlah saat duka; ia meneguhkan sabarnya.
Senyumlah saat berjuang; ia maniskan pengorbanan. :)

Senyumlah pada si ramah; ia menjalinkan tulus.

Senyumlah pada si marah; ia tuangkan sejuk.
Senyumlah pada si gelisah; ia alirkan tentram. :)

Senyumlah pada si papa; ia pelipur lara.

Senyumlah pada si kaya; ia mahal harganya. 
Senyumlah pada si aniaya; ia cahaya tuk gelap hatinya. :)

Taken by Syofian Hadi from @salimafillah (Twitter of Ust. Salim A. Fillah)

Thursday, March 21, 2013

Ada Apa Dengan KPK? (5)

KPK ‘Pusing’ dengan PKS

Oleh Nasrulloh Mu*

Logo PKS
dakwatuna.com – Luthfi Hasan Ishaq (LHI) sudah terlanjur ditangkap dan dijadikan tersangka dalam dugaan kasus suap import sapi. Tapi bagaimana membuktikannya? Sepertinya ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum bisa diselesaikan oleh KPK.

Kalau dituduh menerima suap? LHI belum dan tidak menerima uang suap yang katanya akan diberikan kepadanya. Bila dituduh ada bukti percakapan antara LHI dengan Mentan, dimana pembicaraan itu diduga bisa mempengaruhi Mentan ternyata dibantah sendiri oleh Abraham Samad.

Soal isi pertemuan medan, yang diduga awalnya sebagai kesepakatan soal suap import sapi ternyata isinya hanya adu data tentang ketersediaan sapi di dalam negeri. Jadi apa ya.. alasan untuk membenarkan LHI dijadikan tersangka dan dipenjara?

Kalau kaitannya dengan kewenangan, disangka mempengaruhi Mentan karena kewenangannya. LHI bukan anggota DPR yang membidangi pertanian jadi tidak bisa dianggap menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan.

Kalau disangka adanya dugaan kerugian Negara, bukankah Mentan sudah menyatakan bahwa tidak ada perubahan kuota import sapi. Keputusan import sapi pun harus berkoordinasi dengan lintas departemen dimana Menko Ekonomi yang mengambil keputusannya.

Oleh karena itu, tiba-tiba saja Taufik Ridha, Sekjen PKS, dipanggil ke KPK hanya untuk meminta penjelasan tentang AD/ART PKS. Baru kali ini, terdengar KPK mememinta AD/ART sebuah lembaga bukan negara atau bukan milik negara dalam penyelidikan kasus-kasus korupsi.

Lalu, apa hubungannya AD/ART sebuah lembaga non negara dan bukan milik negara dengan KPK? padahal AD/ART merupakan aturan main sebuah organisasi itu sendiri?

Bila PKS merupakan lembaga Negara atau milik Negara maka wajar saja bila KPK meminta penjelasan tentang AD/ART sebuah organisasi karena yang dicari oleh KPK adalah kerugian Negara atau perbuatan melawan hukum yang ditetapkan oleh Negara.

Namun PKS merupakan lembaga non negara dan milik negara, sehingga AD/ART merupakan aturan main sebuah organisasi, maka yang menghukum anggota organisasi adalah sebuah badan atau lembaga yang dibentuk oleh organisasi tersebut untuk menghukum anggotannya.

Bila LHI salah secara organisasi, bukankah LHI sudah mengundurkan diri dari Presiden PKS dan sudah digantikan oleh Presiden yang baru?

Memang unik perjalanan kasus dugaan suap import sapi ini.
http://polhukam.kompasiana.com/hukum/2013/03/21/1/539005/kpk-pusing-dengan-pks.html


 
 

Wednesday, March 13, 2013

Tempo Oh Tempo..

5 Blunder Fatal Tempo dalam Membuat Pemberitaan

 
Taken by Syofian Hadi from http://www.facebook.com/photo.php?fbid=548058255226257&set=a.192406337458119.50757.158262277539192&type=1


Islamedia - Tempo dikenal sebagai media berbasis investigasi. Namun, media yang belakangan sering “menyerang” Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu ternyata diketahui melakukan hal-hal fatal yang bertolak belakang dengan klaimnya. Berikut 5 kesalahan fatal Tempo dalam satu bulan terakhir:

1. Menerbitkan Cover “Demarketing” Aher Sehari Sebelum Jadwal Terbit
Majalah Tempo pekan terakhir bulan lalu semestinya terbit pada 24 Februari 2013, bertepatan dengan Pilgub Jabar. Tetapi, sehari sebelumnya, cover bergambar Ahmad Heryawan dengan buku tabungan yang menguap itu telah beredar. Tak elak, muncul opini bahwa majalah itu sengaja berupaya menjatuhkan cagub nomor 4 yang ternyata bisa menang dengan suara lebih dari 32 persen.

2. Gegabah Memuat Data Salah
Berita Tempo sebelum direvisi
Pada hari H Pilgub Jabar, hasil quick count dari seluruh lembaga survei menunjukkan pasangan Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar unggul dengan lebih dari 30 persen. Namun, Tempo online justru membuat judul bertolak belakang.

“Hasil Real Count KPU, Rieke-Teten Unggul 47 Persen” demikian judul awal di laman http://www.tempo.co/read/news/2013/02/24/078463394. Meskipun isinya adalah perkembangan perhitungan manual KPUD Jabar, prosentase yang ditulis juga salah fatal. “Peringkat pertama ditempati Rieke-Teten 3.172 (47 persen). Disusul Aher-Deddy Mizwar 3.069 (45,5 persen). Dede-Laksamana 2.094 (31 persen). Yance-Tatang 1.890 (28 persen). Dikdik-Toyib 211 (3.1 persen),” tulis Tempo.co, Ahad (24/2). Jika dijumlahkan, total prosentase suara melebihi 100 persen, yakni 154,6 persen. Setelah diprotes, judul berita itu pun diganti menjadi “Hasil Sementara KPU, Rieke-Teten Unggul.”

Pilgub Sumut berlangsung Juni?
Majalah Tempo versi cetak juga tidak luput dari kesalahan data. Pada edisi 3 Maret 2013, ketika membahas Pilgub Sumut, majalah itu menampilkan hasil survei yang mengunggulkan Gus Irawan, berbeda dengan hasil survei kebanyakan yang mengunggulkan Gatot. Yang sangat kelihatan salah, di akhir tulisan Tempo menyebutkan bahwa Pilgub Sumut akan berlangsung Juni nanti.

3. Menggunakan Nara Sumber yang Tidak Jelas
Pada hal 40-42 edisi 24 Februari 2013, Majalah Tempo menurunkan artikel berjudul Transfer Rahasia Buat Ustad dengan foto AF, LHI dan Yudi Setiawan sebagai narasumber utama. Siapakah Yudi Setiawan? Ridlwan mengungkakan bahwa Yudi adalah warga Klampis Surabaya itu yang menurut penyidikan Polda Jatim, memang spesialis pembobol kredit. Puluhan kali ia membuat cv fiktif, lengkap dengan dokumen dan stempel palsu. Tak heran jika kredibilitas Tempo dipertanyakan lantaran menggunakan narasumber utama yang gemar membalik fakta tersebut.

4. Tempo Mengingkari Janji kepada Narasumber
Protes Dwi Anggia (setelah diedit Tempo)
Dwi Anggia, seorang reporter tvOne memprotes keras Majalah Tempo. Pasalnya, pada edisi 3 Maret 2013 itu, nama Dwi Anggia ditulis terang-terangan sebagai nara sumber padahal pihak Tempo telah berjanji bahwa apa yang disampaikan Dwi adalah “off the record.”

Protes keras Dwi juga ditampilkannya di blog pribadi (http://dwianggia.blogspot.com/2013/03/surat-pembaca-untuk-majalah-tempo.html) setelah surat pembacanya dimuat majalah Tempo edisi 10 Maret 2013 dengan terlebih dulu diedit redaksi.

5. Membuat Kutipan Palsu atas nama Nara Sumber
Masih terkait dengan Dwi Anggia, ia juga memprotes redaktur Majalah Tempo karena menulis kalimat yang dikutip atas nama Dwi. Padahal, Dwi tidak pernah menyatakan hal itu.

Atas dua kesalahan tersebut, menurut Dwi, redaktur Tempo mengakui kesalahannya sebagai “salah dengar.”

“Adalah sangat tidak profesional dan sangat disayangkan ketika salah dengar dijadikan alasan, untuk sebuah majalah seperti Tempo,” tulis Dwi. [Jundi/bersamadakwah.com]

- - - - -

Tempo Oh Tempo.. Yok, Banyak Makan Tempe! :p




Saturday, March 2, 2013

Ada Apa dengan KPK? (4)

Bedanya Anas dan LHI | Sebuah Catatan Hukum 
 
Taken by Syofian Hadi from
http://www.pkspiyungan.org/2013/02/bedanya-anas-dan-lhi-sebuah-catatan.html

Kamis, 28 Februari 2013


Oleh Deddy Armyadi*

Asyik nya Dunia Maya dengan segala fasilitasnya adalah seseorang bisa mengekspresikan apa yang ada dibenaknya untuk publik. Gonjang ganjing penegakan hukum pasti mengganggu setiap orang baik-baik di Indonesia, yaitu ketika supremasi hukum yang didasari ketegasan dan keadilan diabaikan.

Mengapa saya buat tulisan ini, hanya untuk mengajak semua pihak menjadi unsur perbaikan, karena saya yakin betul, setiap manusia yang punya nyawa berpengaruh terhadap baik dan buruknya kondisi suatu kaum. Mungkin lebiha baik, mungkin lebih buruk.

Tergelitik saya membuat tulisan ini, ketika sekitar 30 menit yg lalu, saya lihat Bang Anas diwawancara dalam kondisi bebas, dengan sarung berwarna gelapnya, sangat terawat mungkin baru mandi karena segar bugar, sambil makan bakso (mungkin) di dalam mangkok.

Anas Urbaningrum inilah yang sekarang heboh dan didukung hampir semua media sebagai korban konspirasi, terdzolimi, dan korban makar, karena ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya ditetapkan pula sebagai tersangka Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK. Tak sampai 15 jam saja langsung dipenjara LHI ini.

Apa bedanya? mari kita lihat perbedaan keduanya.

A. ALAT BUKTI

Sesuai dengan Undang-undang, Alat bukti adalah :
Pasal 184 ayat (1) KUHAP adalah sebagai berikut
a. Keterangan Saksi;
b. Keterangan ahli;
c. Surat;
d. Petunjuk;
e. Keterangan terdakwa.

Alat Bukti Anas
Alat bukti untuk Anas sudah didapat KPK lebih dari 1 tahun yang lalu, dan khalayak umum pun sudah mengetahui alat buktinya, yaitu: Keterangan Nazarudin, keterangan Angelina sondakh, Rosa, yang sudah divonis, dan lain lain. Plus dengan barang bukti pula seperti transaksi penjualan perusahaan Nazarudin kepada Anas dan istrinya, juga Toyota Harier.

Alat Bukti LHI
Adapun untuk LHI, alat bukti masih dirahasiakan. Yang saya duga adalah pengakuan Ahmad Fatonah bahwa ia akan menyuap. Walau pun tidak ada bukti transaksional uang yang konon 1 milyar itu untuk LHI. 

Tentunya khalayak umum sudah mengetahui bahwa posisi 1M ini: 980 juta berada di mobil AF, 10 juta di tas pribadi AF, dan 10 juta sudah menjadi milik Maharani dalam bentuk pemberian. 
Seluruh uang ini ditarik kembali oleh KPK, dan KPK menetapkan jumlahnya penuh untuk suap kepada LHI. 

Alat bukti ketiga kemungkinannya adalah pertemuan di Medan. Semoga saja KPK punya kartu truf untuk menunjukan bahwa pertemuan itu ada misi tersembunyi utk suap menyuap. Karena yang terekspos ke media pertemuan itu adalah pertemuan "adu data" antara Mentan dengan Asosiasi tentang kebutuhan impor daging. Dan sampai detik ini tidak ada penambahan kuato impor.

B. PENJARA

Kasus Anas
Anas  sekalipun tersangka, tidak mengenal penjara sebagaimana Luthfi yang langsung dipenjara. Tak terbayang oleh saya, bila Anas sampai dipenjara seperti LHI. Baru ditetapkan tersangka saja, semua menjerit karena menganggap Anas korban perbuatan dzolim dan konspirasi. Sejauh ini Anas masih sempat liburan ke Batam. Sebgaimana juga Andi Malarangeng, yang bebas berkeliaran sekitar 3 bulan lamanya. Atau tersangka lain seperti Emir Muis yang masih menghirup udara bebas setelah hampir setahun ia ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus LHI
Tentunya KPK punya alasan, yaitu LHI khawatir kabur seperti Nazarudin, dan khawatir menghilangkan barang bukti. Tentunya kekhawatiran ini tidak terjadi pada diri Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng, juga Emir Muis.

C. SEBERAPA BANYAK BARANG BUKTI YG BISA DIHILANGKAN?

Mari kita lihat perbedaan kasus...

Hambalang
Hambalang sudah merugikan uang negara sampe TRILYUNAN. Bila uang ini belum habis, tentu masih tercecer. Baik bentuk uang, ataupun bentuk properti sebagaimana penyitaan KPK kepada aset Joko Susilo dalam kasus simulator SIM. Semoga saja para tersangka ini baik hati sebagaimana husnudzon KPK tidak akan menghilangkan barang bukti. Karena ini jelas barang bukti masih berceceran.

Kasus Impor Daging
Kasus Impor Daging: Tidak ada uang negara yg dirugikan yang ada kalau toh benar itu uang suap, itu adalah uang PT Indoguna yang berpindah tangan ke Ahmad Fatonah. Dan tidak ada bukti transaksional antara AF ke Luthfi Hasan. Baik serah terima, transfer, atau apapun. 
Konon katanya 1M yang tidak berada di tangan Luthfi Hasan, dan tidak juga dalam posisi segedung dengan Luthfi Hasan, tidak juga berada dalam suatu kawasan, adalah persekot dari 40M yang akan di bayar kemudian hari. Barangkali KPK khawatir Luthfi Hasan akan menghilangkan uang yg AKAN DIA TERIMA ENTAH 2 bulan lagi, mungkin 5 bulan lagi, mungkin 1 tahun lagi. Tapi rasanya aneh, apanya yg mau dihilangkan? uangnnya aja tidak ada? baru KATANYA DIKEMUDIAN HARI dan perlu diketahui pula Kuota Impor daging tidak akan bertambah.

Sementara demikianlah notes ini dibuat.

Saya teringat ucapan "lau saroqot fatimah" (silahkan gogling tentagn hal ini) untuk menutup notes ini dengan sebuah POSTULAT dari seorang yg bernama Muhammad ibn Abdullah, dan bergelar hamba dan Rosul Allah.. yang inti sari dari postulatnya:

"Beliau jamin hancurnya suatu bangsa, adalah ketika penegak hukum tebang pilih. Atas tuan-tuan, pelanggaran hukum tidak akan ditegakkan secara adil dan tegas, adapun untuk yang bukan tuan-tuan  bahkan lawan dari tuan-tuan, hukum itu tegas bahkan kebablasan ditegakan".

Berbanggalah Anas, sedemikian belanya rakyat dari bangsa ini yang membelanya dari perbuatan dzolim, sekalipun bukti sudah terang benderan diketahui umum. []

*sumber: notes fb

NB:
"Yang jelas koruptor harus ditangkap, tapi kalau jadi isue politik pasti keadilan tidak akan didapat, hanya 'the weak target' karyawan/mereka yang lemah yang jadi korban." (Rhenald Kasali)