Monday, April 29, 2013

I'm here!

Where we are, whom we get along with,
how condition and in what position we feel,
indeed influence our perception and perspective toward something.
It doesn't matter, as long as it's based on the evidence we account for and realize its possible error.
So, the time will show.
- Syofian Hadi - 
 

Thursday, April 25, 2013

After Van Doorn 'Fitna', next is the chance for other Islamophobes yaa.. :')

After Arnoud van Doorn 'Fitna', next is the chance for other Islamophobes yaa.. :')
>> Nakoula Basseley 'Innocence of Muslims', pembuat karikatur Nabi di Jyllands Posten, Terry Jones pembakar Alqur'an.

Taken by Syofian Hadi from http://www.saudigazette.com.sa//index.cfm?method=home.regcon&contentid=20130422162428

‘I am sorry, O Prophet…’


Last updated: Tuesday, April 23, 2013 6:13 PM


Arnoud Van Doorn (extreme left), former leader of the Dutch rightist Freedom Party, prays at the Prophet’s Mosque in Madinah. — Okaz photo



Majed Al-Sugairi
Okaz/Saudi Gazette


MADINAH – Former Dutch Islamophobe and a former leading member of far-right Dutch politician Geert Wilders’ party Arnoud Van Doorn visited the Prophet’s Mosque in Madinah to pray and say sorry for becoming part of a blasphemous film.

Doorn was among the Freedom Party leaders who produced the blasphemous film, Fitna. Last month he reverted to Islam after an extensive study about the religion and the Prophet (peace be upon him).

He said that the worldwide outrage against the film made him study about the Prophet (pbuh) and that eventually led to his conversion.

He headed for Makkah to perform Umrah after meeting the two imams of the Prophet’s Mosque, Sheikh Ali Al-Hudaifi and Sheikh Salah Al-Badar, who enlightened him on how to lead the life of a good Muslim and confront challenges facing Islam in the West.

A member of the Dutch parliament and The Hague City Council, Doorn announced his decision to accept Islam on his Twitter profile. He also posted a tweet in Arabic declaring that “there is no god but Allah and Muhammad is his Prophet.”

At first, other users took the news as a joke. After all, an active supporter of a notorious Dutch hater of Islam, Wilders, he repeatedly approved Islamophobic statements and public actions, and personally participated in them.

But Doorn, who now serves as a regional adviser at the City Hall in The Hague, personally confirmed his decision to practice Islam in an official letter to the city mayor.

Most recently, the politician filed a formal application to the mayor of the city to allow him to perform prayers obligatory for Muslims during his working hours.

“I can understand people are skeptic, especially that it is unexpected for many of them,” Doorn told Al-Jazeera English satellite channel.

“This is a very big decision, which I have not taken lightly.”

“In my own close circle people have known that I have been actively researching the Qur’an, Hadith, Sunnah and other writings for almost a year now,” he said.

“In addition, I have had numerous conversations with Muslims about the religion.”

Driven by his party’s anti-Islam discourse, Doorn decided to dig in for the truth about the religion himself.

“I have heard so many negative stories about Islam, but I am not a person who follows opinions of others without doing my own research,” he said. “Therefore, I have actually started to deepen my knowledge of Islam out of curiosity.”

The 46-year-old has continued on The Hague Council as an independent candidate since splitting from Wilders’s party. Doorn’s decision to embrace Islam has won mixed reactions in the Netherlands.

“According to some people I am a traitor, but according to most others I have actually made a very good decision,” he told Al-Jazeera.

“The reactions are generally positive and I also received quite some support via twitter.

“It feels good that people who do not know me personally have understanding of my situation and support me in my choice.”

Asked if he now regretted joining the Freedom Party, he replied: “I have learned that every experience in life has a purpose. However, with the knowledge I have today, I would have undoubtedly made a different choice.”

For the Dutch politician, finding Islam was finally guiding him to the true path in his life. “I have made mistakes in life as many others. From these mistakes I have learned a lot,” Doorn said.

“And by my conversion to Islam I have the feeling that I finally found my path. I realize that this is a new start and that I still have much to learn as well.”


Islamophobe pembuat film ‘Fitna’ masuk Islam.

Taken by Syofian Hadi from news.fimadani.com

Di Madinah, Arnoud van Doorn Minta Maaf Pernah Ikut Membuat “Fitna”


Arnoud van Doorn, mantan politisi Belanda yang anti-Islam, sekaligus eks anggota terkemuka partai sayap kanan yang dipimpin Geert Wilders, seperti dimuat Saudi Gazette, Selasa (23/4/2013), kini ia makin memantapkan langkahnya sebagai seorang Muslim dengan mengunjungi Masjid dan makam Nabi Muhammad di Madinah. Di sana, ia shalat dan memohon maaf karena menjadi bagian dari film yang menghujat Islam dan Rasulullah, “Fitna”.

Ia juga berniat membuat film internasional untuk mengkampanyekan Islam sebagai agama kasih. “Saya akan mencoba yang terbaik, untuk memperbaiki dampak buruk dari apa yang saya lakukan terhadap Islam dan Nabi melalui film “Fitna”, “kata dia. Di masa lalu, Arnoud di antara para petinggi Partai untuk Kebebasan PVV yang memproduksi film “Fitna”. Bulan lalu ia memutuskan untuk masuk Islam setelah mempelajari agama yang kerap ia hina, juga Rasulullah yang sebelumnya ia lecehkan.

Arnoud mengaku, kemarahan umat Muslim dunia yang mengutuk film yang dibuatnya, “memaksanya” untuk mempelajari Islam. Yang kemudian menuntunnya pada hidayah.  Setelah bertemu dua imam di Madinah, Sheikh Ali Al-Hudaifi dan Sheikh Salah Al-Badar, Arnoud menuju Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah.

Awalnya Dianggap Lelucon

Sebelumnya, Arnoud mengumumkan keputusan untuk memeluk Islam di profil Twitternya. Ia juga memposting tweet Kalimat Syahadat dalam Bahasa Arab.

Pada awalnya, semua orang yang melihatnya, menganggapnya sebagai lelucon. Namun, Arnoud yang saat ini menjadi penasehat Pemerintah Kota Den Haag kemudian secara pribadi mengonfirmasi pilihannya menjadi Muslim dalam surat resmi yang ditujukan pada walikota.

“Aku bisa memahami orang-orang yang skeptis dengan pilihanku, yang bagi sebagian orang tak diharapkan,” kata Arnoud pada Al Jazeera. “Ini adalah keputusan besar yang sama sekali tak bisa aku anggap enteng.”

Ia mengaku, rekan-rekan di lingkaran dalam partainya sudah lama mengetahui ia secara aktif meneliti Alquran, Hadis, Sunnah, dan tulisan tentang Islam lainnya. “Sudah hampir setahun lamanya. Aku juga sering berdiskusi dengan umat Muslim tentang agama mereka.”

Arnoud mengaku, kerap mendengar begitu banyak cerita negatif tentang Islam. “Tapi saya bukan orang yang mengikuti pendapat orang lain tanpa melakukan kajian sendiri.”

Kini, pria 46 tahun itu telah berpisah dengan partai yang dipimpin Wilders dan maju ke pemilihan anggota ke Dewan Kota Den Haag dari jalur independen.

Keputusan Arnoud menjadi Muslim mendapatkan reaksi beragam di Belanda. “Sejumlah orang menilai saya pengkhianat. Namun lainnya menganggapku telah membuat keputusan terbaik,” kata dia. “Pada umumnya reaksi yang saya dapatkan positif. Saya juga menerima banyak dukungan di Twitter.”

Ia juga menilai, pandangan negatif Barat terhadap agama Islam mayoritas didasarkan prasangka dan ketidaktahuan.

Redaktur: Shabra Syatila

Tuesday, April 16, 2013

Selamat UN SMA 2013, Indonesia!

Bismillah..
Selamat UN siswa2ku dan seluruh pelajar Indonesia!
Semoga Allah berikan kalian kekuatan utk mengerjakan dengan lancar
sehingga hasil gemilang tercapai. Aaamiin..
*Pengennya sih kemaren nge-posting, tp gak connect2 :(

Tadi UN Bahasa Inggris - Fisika - Ekonomi ya?
Tetap semangat ya adik2ku!
Allah pasti mendengar permohonan kalian dlm rangka berbakti pd orang tua ini,

smoga dilancarkan sehingga memberikan hasil terbaik.Aamiin.

Rabbi yassir wa la tuassir. Aamiin 

Wednesday, April 10, 2013

I am on April 10th 2013

Still in the 'field',
alone, hungry,
completing unfinished work,
recalling a number of mistakes I've made,
while listening to Unik,
the encouraging and inspiring lyrics from Maidany Nasyid.. :')

Syofian Hadi
NF Kartini Staff Room, April 10th 2013. 09:25 p.m.


Unik - Maidany
Betapa indahnya kehidupan orang-orang yang beriman
Segala yang terjadi di dalam dunia ini
Bagi mereka tiada yang merugikan
Segalanya dijadikan pelajaran

Saat berada di atas, tiadalah berpongah diri
Kar'na kekayaan bukanlah untuk dibanggakan
Namun disyukuri dan diberi kepada yang memerlukannya

Saat berada di bawah, tiadalah berputus asa
Kar'na kemiskinan bukanlah untuk dicela
Namun dihiasi dengan kesabaran agar tampak indah
Dan Allah pun semakin cinta

Subhanallah
Alhamdulillah
Wa laa ilaha ilallah
Allahu akbar

Begitulah kehidupan orang-orang yang beriman

It's good news, instead! :)

I could have felt uncomfortable when I heard that news yesterday,
as I was usually like that, but instead, I didn't.
I don't know why it influenced nothing to me.
Was it due to my high level happiness before? :D
Anyway I'm so happy to hear that. :)
*I love to feel free like this, really!*


Tuesday, April 9, 2013

Menikah Memuliakan Sunnah

Taken by Syofian Hadi from Ust. Salim A. Fillah Kultwit @salimafillah

Pernikahan merupakan ikatan terdalam, terkuat, & terlanggeng yang memadu 2 sosok; meliputi interaksi paling luas antara 2 pribadi.

Ialah ikatan jiwa, keterpautan ruh, perpaduan akal, & penyatuan jasad. Allah sebut ia Mitsaqan Ghalizha; janji berat lagi mengikat.

Ia disetarakan perjanjian agungNya dengan para Rasul terpilih; juga dengan Bani Israil kala Thursina diangkat di atas kepala mereka.

Oleh itu; 2 hati pengantin harus disatukan & dipertemukan dalam ikatan yang tak bisa pudar; tujuan & arah yang ditempuh harus satu.

Itulah aqidah; hal terdalam yang menyemarakkan jiwa, mewarnai rasa, mempengaruhi persepsi, respons, & reaksi pada jejalin kehidupan.

Adalah niscaya bagi kita memasuki pernikahan dengan komitmen iman. Dengan asmaNya kita melepas sauh hingga di surga kelak berlabuh.

Kala rupa tak lagi bermakna, saat jasad rapuh menyuruk tanah, ketika cinta tak lagi berujud gelora asmara; komitmen perekat terkuat.

Keimanan akan menumbuhkan kecintaan pada apapun yang mendatangkan keridhaanNya. Keimanan menjadikan yang indah bernilai ibadah.

Iman itu melapangkan jiwa, meluaskan dada, mengasahkan peka, menarikan angan ke ketinggian, menguatkan akal, menajamkan firasat.

Iman di rumahtangga kan menyegarkan, menyejukkan, mentercenungkan, menggugah, menceriakan, mewarna pelangi, menggerakkan perbaikan.

Ketika rumahtangga dibangun di atasnya; iman mengalir ke seluruh bagian & persendian tubuhnya; mengikuti semua lekuk & belokannya.

Ia pancarkan cahaya kehidupan, kebersihan, kesucian, kesadaran, cita-cita, motivasi beramal baik, & menyumbangsihkan yang terbaik.

Monday, April 8, 2013

Let's Love Monday!

Alhamdulillah,
it will be nice to see you again this Monday, everyone!
Let's work and enjoy the day meaningfully
so the happiness fulfills the heart. :)
I love Monday! 

- Syofian Hadi -

Sunday, April 7, 2013

Ikhtiar

“Kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar
Hanya dirimu yang mengerdil
Tenanglah, semata karena Allah bersamamu
Maka tugasmu hanya berikhtiar
Dan di sana pahala surga menantimu” 

(Salim A. Fillah)

Friday, April 5, 2013

Tak Perlu Merasa Berjasa

Kultwit Aa Gym

Merasa berjasa bisa menghilangkan pahala, membuat gelisah dan sakit hati karena menuntut orang balas budi.

Sibuknya menceritakan jasa-jasa dan kebaikan diri untuk pamer, bisa menghilangkan pahala dan meruntuhkan kemuliaan dirinya.

Mati-matian kita ingin agar orang membalas kebaikan kita, tak akan pernah terjadi bila Allah tak kehendaki, tapi pahala sudah hilang.

Lebih baik fokus untuk terus melakukan kebaikan-kebaikan baru, daripada mengingat-ingat kebaikan yg sudah dilakukan, Allah tak akan lupa.

"Allah menciptakan apa yg Dia kehendaki. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (An nur 45)

Hakekatnya bukan kita yang menolong, melainkan Allah Yang Menolong dan kita diuji jadi jalan, maka tak perlu merasa berjasa.

Copied and pasted by Syofian Hadi from @aagym

Be Yourself!

Prinsip 'be yourself',
menjadi diri sendiri itu
gak selalu baik.
Karena mencontoh Rasulullah SAW
itu yang terbaik.

- Syofian Hadi -
(Inspired by a friend's advice :) 

Thursday, April 4, 2013

Filter of The Box

The box can only receive,
frequently doesn't know
whether the message is useful, correct information,
or spam, trash, hoax, etc.
However, it allows us to be its filter,
to manage and recheck.
Believe then save, or if you don't,
just delete without forwarding then.
- Syofian Hadi -

Wednesday, April 3, 2013

Pesan dan Penghargaan MUI untuk Fathin X Factor

Taken by Syofian Hadi from http://www.pkspiyungan.org/2013/04/pesan-dan-penghargaan-mui-untuk-fathin.html



Ananda Fatin Shidqiya Lubis di X Factor.

Assalaamualaikum

Bapak sering menonton penampilan Fatin di X Factor, bapak dan keluarga bangga dengan kamu yang tetap berjilbab dalam penampilanmu ikutan di X Factor. Bapak sebagai Ketua MUI Pusat yang membidangi Seni dan Budaya ingin berpesan untuk Fatin sebagai berikut:

Pada suatu saat Fatin akan dihadapkan pilihan, jilbab atau karier. Misalnya akan ada yang membisikan Fatin dengan kalimat; “Kalau mau menang jadi juara I kamu harus copot jilbab!” atau “kalau mau ikut nyanyi di luar negeri kamu harus copot jilbab”, Bapak pesan jangan sekali-kali kamu jual akidahmu demi karier duniawimu. Dan jauhi pergaulan negatif.

Jangan tinggalkan sholat lima waktu dengan alasan apapun, kalau terpaksa boleh di akhir waktu. Dan kalau betul-betul darurat bisa dijamak.Kepada umat Islam, khususnya muslimah yang sudah berjilbab dan anggota Hijabers, setiap Fatin mau tampil di “X Factor” dukunglah, niatkan untuk da’wah dan syiar Jilbab.

Rumus jilbab itu 3T yaitu Tidak buka aurat, Tidak transparan, dan  Tidak ketat.

Terima kasih atas perhatian Fatin dan salam buat kedua orang tuamu.

Wassalam

KH. A. Cholil Ridwan
Ketua MUI Pusat Bidang Seni Budaya





*http://news.fimadani.com/read/2013/04/01/pesan-ketua-mui-pusat-untuk-fatin-shidqiya-lubis/

Tuesday, April 2, 2013

Silaturahim ‘3’

By Syofian Hadi
Mau cerita nih mengenai kegiatan di hari minggu kemarin, di akhir bulan ke-3 tahun 2013 ini. Hehe.. Penting-gak penting sih ceritanya, tapi berasa muda aja. hehe.. Tulisannya juga kali ini seperti tulisan anak-anak abege. wkwkw. Tanpa rencana, minggu kemarin dihabiskan bersama teman-teman yang berbeda tapi tetap selalu ber-3.

Awalnya direncanakan minggu pagi jam 6 itu mengikuti senam sehat bersama saudara-saudara dari komunitas lingkaran ‘3(demikian saya menyebutnya) tapi karena banyak yang memiliki agenda lain, akhirnya dibatalkan. Kemudian sendiri saya menuju GSG Unila untuk jogging beberapa putaran di luar lapangan sepakbola, biasanya lima putaran tapi karena sudah beberapa pekan ini saya off dari kegiatan jogging (maklum banyak kondangan hehe),  saya niatkan 3 putaran dulu.

Ketika pemanasan, seperti ada nama yang memanggil. Ternyata ada Udo Delta dan Mbak Rani beserta anaknya. Karena sudah cukup lama tidak bertemu sahabat-sahabatku ini, obrolan ber-3 pun pasti menjadi panjang dan seru, mulai dari menanyakan kabar, keluarga, teman, pekerjaan, dan kegiatan-kegiatan masing-masing sampai menanyakan kapan aku menikah. Hehe..  Doakan supaya disegerakan yoo.. :) 

*gak sempat foto bareng, jadi saya ambil stok foto yang ada saja, hehe..


Setelah lebih dari satu jam ngobrol, saya mulai lari-lari kecil untuk mengawali jogging pagi ini. Terasa sedikit berat awalnya, mungkin karena sudah lama tidak jogging. Dari belakang muncul Idrus menemani jogging. Melihat kami yang masih bersemangat, Danang yang sedang beristirahat kemudian memutuskan untuk melanjutkan joggingnya bersama kami. Ya, kami pun jogging ber-3. Karena memang jarang bertemu sambil jogging pun tetap bercanda dan ngobrol, lebih banyak membicarakan mengenai pernikahan, haha.. mungkin karena status masih single dalam pencarian dan penantian.. :P


Dari belakang ternyata ada Tri (sepertinya beliau anak ke-3) yang diam-diam memotret kami. Karena ketahuan, kami minta difoto ulang dengan pose salam 3 jari! Haha..








Setelah menghabiskan waktu 3 jam berolahraga dan ternyata bisa sekaligus silaturahim juga, saya memutuskan pulang ke kost untuk mandi dan beristirahat, karena rencana mau mengganti kulit jok yang robek, mengganti frame kaca mata titipan ibuku, dan mencari buku di Toko Balai Buku dan Gramedia.
Beberapa teman ku ajak untuk menemani. Kisdoni tidak bisa karena harus menemani ayahnya, Arifin juga tidak bisa karena mau menyuci (pas ditelpon kok tidur, nyuci sambil tidur? Hehe).

Datanglah Rusli kemudian Budiman ke kost ku. Sepertinya kami hanya akan ber-3  saja. Setelah  banyak bercanda dan diskusi sedikit mengenai tokoh-tokoh yang kemungkinan akan mencalonkan diri menjadi Gubernur Lampung mendatang (kok belum ada yang OK ya kayaknya.. :p ), kami keluar menuju pusat buku islami, Toko Balai Buku, yang ternyata sudah tutup. Kami putuskan segera mengunjungi Toko Buku Gramedia. Satu kalimat dengan ekspresi wajah geregetan muncul dari Rusli setiba kami di depan stand buku best-seller, “kapan ada buku karangan kita di sini, kemudian banyak orang mengajak diskusi, meminta tanda tangan dan foto bersama..”. Haha.. mari kita wujudkan!!