Minggu, 23 Februari 2014

Tolong, Maaf, Terima Kasih (Amazing TMT)

Membiasakan mengucapkan kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih" ini ternyata tidak hanya membuat komunikan kita merasa dihargai tetapi juga melatih pembentukan karakter kita agar mampu bersimpati/empati serta merupakan bentuk syukur kepada Allah karena kita telah ditempatkan di tengah-tengah mereka yang memiliki kepedulian. :')
Sehingga..
Tolong ingatkan jika saya sudah terlalu jauh dalam kelalaian dan kejahiliyahan..

Maafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan..
Terima kasih karena telah banyak menolong dan memaafkan.. :')
- Syofian Hadi -

Senin, 10 Februari 2014

Keep On A Good Habit

Restarting a good habit we've broken and left is not always easy.
But when we stop, a bad habit will replace.
- Syofian Hadi -

Kamis, 06 Februari 2014

Making Decision



In our perfection as creatures,
we still have many major weaknesses;
one of them is the ability to analyze a set of options.
We are not able to see if something is good or bad in the future. 
A friend said, "Just be sure to make a decision, whatever, 
then we all can learn." 
I see, then give all up to Allah, the All Hearing and All Knowing. :')
- Syofian Hadi -

Selasa, 04 Februari 2014

Enormous Energy in A Diversity



Due to the diversity of character and environment, 
we certainly have some differences in will,
point of view and action.
However, mutual respect and trust,
empathetic communication,
and praying for each other will be the enormous energy 
to improve ourselves
and to bind our hearts and thoughts as well.
- Syofian Hadi -

Selasa, 28 Januari 2014

Dazzling Admiration

Sometimes
we are dazzled by the admiration,
including the admiration for ourselves.
Then it makes us blind
and finally forget how to think.
- Syofian Hadi -

Minggu, 26 Januari 2014

Everybody's Changing

As time goes by
we'll find out who is still with us.
Everybody's changing.
Just wish all better.
No need to blame them, even ourselves.
Don't we ever think we've got a lot of things
and experiences to learn?
So, let's do the best and say welcome to the new things in life! 
_Syofian Hadi_

Jumat, 24 Januari 2014

Temu Dokter di awal 2014, Hehe..


Terakhir ke dokter kapan?
Kalau ditanya dengan pertanyaan begitu saya lupa-lupa ingat. Sepertinya 3 tahun yang lalu. Itu pun karena ada benjolan di pipi dekat telinga kiri, bukan karena demam, migraine, diare, dan lain-lain. Saya dari kecil langganan dokter, kata ibu saya. Tapi, Alhamdulillah, sejak akhir SMA sudah jarang sekali ke dokter. Dan pagi tadi ditakdirkan kembali bertemu seseorang berjas putih dengan steteskopnya. Awalnya saya enggan sekali, karena biasanya saya istirahatkan tubuh ini beberapa hari pun bisa sembuh. Agar lebih cepat, kadang saya suka bekam.



"Sudah panas, mengigil, dan muntah-muntah gitu masih mau cuek dan berangkat sekolah? Antum lihat banyak teman kita terbaring sakit. Musim! Buruan ikut ana ke dokter, ana jemput! Afwan, kami tidak akan mau menemani siapapun di rumah sakit, termasuk antum. Kami sibuk!" demikian suara seorang sahabat dengan kalimat "gertakan" di ujung telefon.

 


"Mau dibuatkan surat keterangan dokter? Istirahat 3 hari ya.."
"Satu hari aja dok, saya mau sembuh besok." :')
(sangat berharap sembuh, sudah janji mau dampingi siswa-siswa untuk lomba)

Dan sangat tidak berharap untuk bertemu dokter lagi dalam keadaan sakit. :p

Dan dalam perjalanan pulang, saya pun "diocehi" lagi. "Udah mahal ke dokter, minta istirahat kok cuma sehari? Kenapa gak dibanyakin sampai sembuh. Bukan uang juga sih, tapi istirahatnya itu. Bla bla bla .... " ocehannnya pun makin sayup oleh suara mesin motor dan angin. Saya juga telah "malas" mendengarnya. Dingin. Kepala nyeri. *afwan yaa..

"Dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku," (QS. Asy Syu'araa', 26:80) 

Terima kasih sahabatku, walau tak mau disebutkan nama, saya kan terus ingat. Maaf tadi saya turunkan dirimu di terminal Kemiling. Di saat jari ini menekan tombol-tombol keyboard, saya lupa kalau tadi saya sakit. Jazakallah. :)