Wednesday, April 1, 2009

April Mop, 1 April, April Kita? (BUKAN!!)

Written by SYOFIAN HADI

“Hadi, bangun di! Skrg!!! Lo msh tdur ya? Buruan bangun!
Tanggul dkt kosan gw jebol, aer dah meluap!!!
Buruan keluar, slametin diri lo, bw brng2 yg pnting aja!
Ksh tw tmn2 yg laen!!

Sender:
Sotoy Xsist
+628576831xxxx
02:18:22am
01-04-2009
-------------------- ------------------------ ----------------------------

Sms itu dikirim oleh seorang teman ketika saya mulai tidur nyenyak (maklum, baru tidur jam 12.30) tadi malam (dini hari). Tentu saja saja saya kaget dan cemas bukan kepalang karena yang ada di dalam benak saya adalah musibah jebolnya tanggul Situ Gintung beberapa hari yang lalu. Saya langsung bangun dari tempat tidur, lalu ambil jaket, kaca mata, dompet, handphone, (laptop sedang tidak ada, sedang diperbaiki), kunci motor dan helm. Kebetulan barang-barang tersebut terkumpul di atas satu meja, jadi gampang mencarinya. Saya langsung keluar kamar kost, ingin memanggil dan memberitahu teman-teman kost yang sedang tidur,. Sejenak saya pun merasakan ada kejanggalan, ‘kok warga di luar sana tidak ada yang heboh atau keluar dari rumah?’ pikir saya. Kejanggalan makin terasa karena kost tempat teman saya tinggal tidak begitu jauh dari kost tempat saya tinggal. ‘Tuing!’, saya langsung sadar, ‘di daerah Kampung Baru Unila ini ‘kan tidak ada tanggul’. Saya langsung sms teman saya tadi, barangkali dia sedang berada di daerah lain.

------------------------ -----------------------------------------------

“Emng lo skrg lg dmn? Disini ga ada apa2.”

---------------------------- -------------------------------------------

Tidak sampai tiga menit, handphone saya pun berdering tanda sms masuk.

“APRIL MOP..!!!
HAHAHA…!!!”

------------------------------------ -------------------------------------

‘Glek’, sesaat saya bingung dengan sms tersebut, ‘apa maksudnya?’. Tak lama saya menyadari, sekarang tanggal 1 April, ternyata dia sedang mengerjai saya. ‘Lho, kox dia ngerayain hal-hal seperti ini juga?’. Saya putuskan untuk tidak membalas smsnya, agar dia tahu saya tidak menganggap hal ini penting, dan jangan sampai dia tahu bahwa saya telah berhasil dikerjainya. Untung saya belum jadi membangunkan teman-teman. Huh! Lebih baik saya meneruskan tidur saya.

ZzzzzzzZZZZZZzzzzz…..

Tidur saya malam ini benar-benar tidak nyenyak, handphone saya terus berdering sampai pagi. Ada banyak sekali sms masuk yang isinya bermaksud mengerjai. Beberapa ada yang saya balas:
“Sop buntut isinya gajih,
Sms butut pergi aja gih..!!”

--------------------------------- ----------------------------------------

Saat ini banyak sekali para remaja atau bahkan anak-anak dan orang tua ikut merayakan hari-hari yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kita (umat islam), contohnya, Valentine Day, New Year, dan lain-lain.
Saya semakin penasaran dari mana asal mula perayaan April Mop ini, karean mungkin belum sepopuler Valentine’s Day. Waktu SMA yang saya tahu April Mop itu dirayakan pada tanggal 1 April di mana kita boleh atau sah-sah saja menipu dan mengerjai teman, orang tua, saudara, dan lain-lain, tapi si korban atau target ini tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Tapi dua tahun yang lalu ada seorang teman yang menyarankan saya agar kita sebaiknya jangan pernah ikut-ikutan merayakan hari-hari tersebut. Karena tadi pagi saya begitu penasaran, saya berusaha mencari artikel yang berhubungan dengan hal ini dari situs yang terpercaya. Akhirnya saya menemukan artikel tersebut di www.eramuslim.com. Semoga www.eramuslim.com berkenan bila artikel ini saya copy ke dalam blog pribadi saya dengan harapan dapat dibaca dan menjadi bahan perhatian, pemahaman, dan evaluasi bagi semua orang, khususnya teman-teman saya.

------------------------------------- -------------------------------------------------------------------

APRIL MOP, TRAGEDI PEMBANTAIAN UMAT ISLAM SPANYOL
Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)

SEJARAH APRIL MOP
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.


------------------------------------- --------------------------------------------------------------

Saya jadi ingin segera membeli buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005) agar lebih paham. Sebenarnya dari artikel ini saja saya sudah mendapat pandangan untuk bersikap. Saya harus segera memberitahu teman-teman saya.

Sms dikiriiiimm…

“Aslmlkum,
Frenz, sorry ye br blz.
Bingung aje, emng aprel mop ntu apaan ye?
Penting ye?
Biar tau pentingnye, buruan lo liat aje di blog
hadialfarghani.blogspot.com
okeh?
Dijamin 100% gw ga ikut2an nipu hari ini!”

Sender:
Syofian Hadi
+628527936xxxx
13:08:09pm
01-04-2009

2 comments:

  1. Astghfirulloh.. Syukron ya kak, boleh juga tuh.
    btw, april mop bukan punya kita, tapi 1 april punya kita, ya kan?

    ReplyDelete
  2. iya juga ya? iya deh, tp ga perlu edit judul kan?
    syukron juge ye, sring2 mampir, actually k'had msh blm pede cuz blon oke..

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda. Tolong tinggalkan alamat e-mail, blog atau website Anda.