|
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"O who believe, fasting is decreed for you as it was decreed for those before you; perchance you will guard yourselves. (2:183)
Please forgive me, all! :-)
Syofian Hadi
|
"Happiness is to be shared. As we never know the moment when we exactly get our happiness, just share our today’s happiness!”
Kamis, 28 Juli 2011
Happy Ramadhan 1432 H
Minggu, 12 Juni 2011
WE WILL NOT GO DOWN - Michael Hearts
WE WILL NOT GO DOWN [Song for GAZA]
By Michael Hearts
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
Nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down in Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down in Gaza tonight
Sabtu, 04 Juni 2011
Sami Yusuf - "Forever Palestine"
FOREVER PALESTINE
By Sami Yusuf
I am doing what I must
God almighty is my witness that I trust
Palestine, Forever Palestine
Children being killed for throwing stones in the sky
They say to their parents “don’t worry, God is on our side”
Palestine, Forever Palestine
Mother don’t worry when they come for us at night
Surely they’ll be sorry when God puts them right
Tell me why they’re doing what was done to them
Don’t they know that God is with the oppressed and needy
Perished were the nations that ruled through tyranny
Palestine, Forever Palestine
Children of Palestine are fighting for their lives
They say to their parents, “we know that Palestine is our right”
They say to their parents, “we’ll fight for what is right”
They say, “not to worry! God is on our side”
They say, “we’ll die for Palestine”
Palestine, Forever Palestine
Minggu, 13 Februari 2011
Tidur, Shubuh, Ashar.
-->
Written by Syofian Hadi
“tok..tok..tok…” sahabatku, Median, mengetuk pintu untuk membangunkanku dari tidur.
“tet tet.. toott…ting..tung..ting..troong..” dia mencoba miscall, tetap tak ada jawaban atau reaksi apa pun dariku, terus berharap aku terbangun.
Hal-hal di atas selalu dia lakukan saat adzan subuh berkumandang, agar kami bersama-sama memenuhi undangan untukk berjumpa dengan Allah di masjid, walau tidak jarang aku kalah, tidak terbangun.
Nah, sore kemarin aku tidak bekerja, stay in the room saja, baca-baca buku, dan tertidur. Adzan asar berkumandang. Handphone-ku pun berteriak membangunkanku, terlihat “Median calling” di layarnya. Mungkin, sebelumnya dia sudah mencoba mengetuk pintu kamarku.
Aku bangkit, dengan kepala yang sedikit pusing, kupaksakan melangkah menuju kamar mandi, sikat gigi dan berwudhu. Ketika keluar rumah, ohh…. rasanya tidak nyaman sekali; silau, matahari menyorot pedih mataku yang masih mengantuk, gerah, matahari serasa membakar kulit, panas sekali, udara terasa tak segar, berdebu. Tiba di masjid, aroma parfum menyengat. (biasanya aku suka aroma parfum, tapi entah mengapa sore itu aku terganggu). Aku hanya bisa beristighfar, supaya tidak sia-sia segala yang kulakukan. Mungkin, ini hanya perasaaanku saja, aku yang tak terbiasa (bangun tidur langsung ke luar rumah), mungkin aku yang tidak ikhlas karena kurang puas tidur, atau memang setan mengganggu.
Sepanjang jalan pulang dari masjid menuju ke rumah kost, aku berfikir; wah, bangun tidur untuk shalat Ashar kok ya sepertinya lebih sulit dari pada bangun tidur untuk shalat subuh.
Namun, aku yakin bahwa di balik itu semua pasti ada begitu banyak hikmah dan keutamaan. Ya, penasaran ingin tahu, kuambil handphone, browse google, dapat link ini http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/10/keutamaan-sholat-shubuh-dan-ashar/ .
Cukup memotivasi. Check this out, guys!!
Keutamaan Sholat Shubuh Dan Ashar
Dari Abu Musa r.a. bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang mengerjakan sholat bardain – yakni sholat Subuh dan sholat Asar, maka ia akan masuk syurga.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari Abu Zuhairyaitu Umarah bin Ruwaibah ra., katanya: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Tidak akan masuk neraka seseorang yang mengerjakan sholat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya,” yakni sholat Subuh dan sholat Asar. (Riwayat Muslim)
Dari Jundub bin Sufyan ra., katanya: ” Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang mengerjakan sholat Subuh, maka ia adalah dalam tanggungan Allah – yakni mengenai keselamatan dirinya dan Iain-Iain. Maka perhatikanlah, hai anak Adam – yakni manusia, janganlah sampai Allah itu menuntut kepadamu sesuatu dari tanggungannya.”
(Riwayat Muslim)
Dari Abu Hurairah ra., katanya: “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Berganti-gantilah untuk menyertai engkau semua beberapa malaikat di waktu malam dan beberapa malaikat di waktu siang. Mereka sama berkumpul dalam sholat Subuh dan sholat Asar. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam denganmu semua itu, lalu Allah bertanya kepada mereka, padahal sebenarnya Allah adalah lebih Maha Mengetahui tentang hal-ihwal hamba-hamba-Nya, tanyaNya: “Bagaimanakah engkau semua meninggalkan hamba-hambaKu?” lalu para malaikat itu menjawab: “Kita meninggalkan mereka dan mereka sedang melakukan sholat dan sewaktu kita mendatangi mereka itu, juga di waktu mereka melakukan sholat.”
(Muttafaq ‘alaih)
Dari Jarir bin Abdullah al-Bajali ra., katanya: “Kita semua ada di sisi Rasulullah saw. Beliau saw lalu melihat bulan di malam bulan purnama – yakni tanggal empatbelas bulan hijriyah, kemudian beliau bersabda: “Engkau semua akan dapat melihat Tuhanmu sebagaimana engkau semua melihat bulan ini, tidak akan memperoleh kesukaran engkau semua dalam melihatNya itu. Maka jikalau engkau semua dapati tidak akan dialahkan oleh sholat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah itu,” maksudnya jangan sampai dialahkan oleh sesuatu hal sehingga tidak melakukan kedua sholat itu dan jelasnya ini adalah merupakan perintah wajib. (Muttafaq ‘alaih)
Dalam suatu riwayat disebutkan: “Beliau saw lalu melihat ke bulan pada malam bulan purnama itu – yakni bulan tanggal empat belas.”
Dari Buraidah ra., katanya: “Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan sholat Asar, maka leburlah -yakni rusaklah – amal kelakuannya.” (Riwayat Bukhari)
Diambil dari kitab Riyadhus Shalihin II
(Median, now it’s time for u to leave for Solo. O, Alloh.. it's too fast. it's too short. but havin' that short experience together with u is also expensive. Jazakumullah khoiron katsiron :-)
Jumat, 11 Februari 2011
Inilah Khutbah Rasulullah Saat Pertama Kali Sholat Jumat
Sebagaimana dikisahkan dalam berbagai buku sejarah Rasulullah SAW, seperti Fikih Sirah, Sirah Nabawiyah, maupun Hayatu Muhammad karya Muhammad Husein Haykal, shalat Jumat pertama yang dilakukan Rasul SAW adalah di Wadi Ranuna, sekitar satu kilometer dari Masjid Quba, atau kurang lebih empat kilometer dari Madinah al-Munawwarah. Di sana kini berdiri sebuah masjid yang diberi nama Masjid Jumat.
Tentu saja, dalam shalat Jumat itu diselenggarakan khutbah Jumat yang disampaikan Rasul SAW kepada kaum Muslim. Apa isi khutbah Rasul SAW pada saat itu? Hanafi al-Mahlawi dalam bukunya Al-Amakin al-Masyhurah Fi Hayati Muhammad (Tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi Rasul SAW), isi khutbah itu adalah sebagai berikut;
"Segala puji bagi Allah, kepada-Nya aku memohon pertolongan, ampunan, dan petunjuk. Aku beriman kepada Allah dan tidak kufur kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Dia telah mengutusnya dengan petunjuk dan agama yang benar, dengan cahaya dan pelajaran, setelah lama tidak ada rasul yang diutus, minimnyua ilmu, dan banyaknya kesesatan pada manusia di kala zaman menjelang akhir dan ajal kian dekat.
Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah mendapatkan petunjuk. Dan, barang siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah melampaui batas dan tersesat dengan kesesatan yang sangat jauh.
Aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah. Itulah wasiat terbaik bagi seorang Muslim. Dan, seorang Muslim hendaknya selalu ingat akhirat dan menyeru kepada ketakwaan kepada Allah.
Berhati-hatilah terhadap yang diperingatkan Allah. Sebab, itulah peringatan yang tiada tandingannya. Sesungguhnya ketakwaan kepada Allah yang dilaksanakan karena takut kepada-Nya, ia akan memperoleh pertolongan Allah atas segala urusan akhirat.
"Barang siapa yang selalu memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah, baik di kala sendiri maupun di tengah keramaian, dan ia melakukan itu tidak lain kecuali hanya mengharapkan rida Allah, maka baginya kesuksesan di dunia dan tabungan pahala setelah mati, yaitu ketika setiap orang membutuhkan balasan atas apa yang telah dilakukannya. Dan, jika ia tidak melakukan semua itu, pastilah ia berharap agar masanya menjadi lebih panjang. Allah memperingatkan kamu akan siksa-Nya. dan Allah Mahasayang kepada hamba-hamba-Nya." (QS Ali Imran [3]: 30).
Dialah Zat yang benar firman-Nya, melaksanakan janji-Nya, dan semua itu tidak pernah teringkari. Allah berfirman, "Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah, dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku." (QS Qaf [50]: 29).
Karenanya, bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan sekarang maupun yang akan datang, dalam kerahasiaan maupun terang-terangan. "Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya." (QS At-Thalaq [65]: 5). "Barang siapa bertakwa kepada Allah, sungguh ia telah memperoleh kemenangan yang besar." (QS Al-Ahzab [33]: 71).
Sesungguhnya ketakwaan kepada Allah menghindarkan dari kemarahan, hukuman, dan murka-Nya. Takwa kepada Allah akan membuat wajah bersinar terang, membuat Allah rida, dan meninggikan derajat. Lakukanlah dengan sepenuh kemampuan kalian, dan jangan sampai kurang di sisi Allah.
Dia telah mengajarkan kepada kalian dalam kitab-Nya dan membentangkan jalan-Nya, untuk mengetahui siapa yang benar dan untuk mengetahui siapa yang dusta. (QS Al-Ankabut [29]: 3).
Maka, berbuat baiklah, sebagaimana Dia berbuat baik kepada kalian, dan musuhilah musuh-musuh-Nya. Berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad. Dia telah memilih dan menamakan kalian sebagai Muslim. (QS Al-Hajj [22]: 78). Agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata. (QS Al-Anfal [8]: 42).
Tiada daya upaya, kecuali hanya dengan kekuatan Allah. Karenanya, perbanyaklah mengingat Allah, dan beramallah untuk kehidupan setelah mati. Sesungguhnya orang yang membangun hubungan baik dengan Allah, Allah pun akan membuat baik hubungan orang itu dengan manusia lainnya.
Karena Allah yang memberi ketetapan kepada manusia, sedang manusia tidak mampu memberi ketetapan kepada-Nya. Dia menguasai manusia, sedang manusia tidak bisa menguasai-Nya. Allah itu Maha Agung. Tiada daya dan kekuatan selain dengan kekuatan Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung."
Demikianlah isi khutbah Rasul SAW sebagaimana disebutkan dalam Tarikh Thabari, Tafsir al-Qurthubi, Subul al-Huda wa ar-Rasyad, dan Al-Bayan al-Muhammadi karya Dr Mustafa Asy-Sya'kah.
Asy-Sya'kah menegaskan bahwa khutbah diatas merupakan khutbah Rasul SAW saat shalat Jumat pertama di Wadi Ranuna. Penjelasan ini juga diperkuat dengan keterangan Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir. Wallahu A'lam.
(Taken from: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/10/12/139623-inilah-khutbah-rasulullah-saat-pertama-kali-sholat-jumat)
Tentu saja, dalam shalat Jumat itu diselenggarakan khutbah Jumat yang disampaikan Rasul SAW kepada kaum Muslim. Apa isi khutbah Rasul SAW pada saat itu? Hanafi al-Mahlawi dalam bukunya Al-Amakin al-Masyhurah Fi Hayati Muhammad (Tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi Rasul SAW), isi khutbah itu adalah sebagai berikut;
"Segala puji bagi Allah, kepada-Nya aku memohon pertolongan, ampunan, dan petunjuk. Aku beriman kepada Allah dan tidak kufur kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Dia telah mengutusnya dengan petunjuk dan agama yang benar, dengan cahaya dan pelajaran, setelah lama tidak ada rasul yang diutus, minimnyua ilmu, dan banyaknya kesesatan pada manusia di kala zaman menjelang akhir dan ajal kian dekat.
Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah mendapatkan petunjuk. Dan, barang siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah melampaui batas dan tersesat dengan kesesatan yang sangat jauh.
Aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah. Itulah wasiat terbaik bagi seorang Muslim. Dan, seorang Muslim hendaknya selalu ingat akhirat dan menyeru kepada ketakwaan kepada Allah.
Berhati-hatilah terhadap yang diperingatkan Allah. Sebab, itulah peringatan yang tiada tandingannya. Sesungguhnya ketakwaan kepada Allah yang dilaksanakan karena takut kepada-Nya, ia akan memperoleh pertolongan Allah atas segala urusan akhirat.
"Barang siapa yang selalu memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah, baik di kala sendiri maupun di tengah keramaian, dan ia melakukan itu tidak lain kecuali hanya mengharapkan rida Allah, maka baginya kesuksesan di dunia dan tabungan pahala setelah mati, yaitu ketika setiap orang membutuhkan balasan atas apa yang telah dilakukannya. Dan, jika ia tidak melakukan semua itu, pastilah ia berharap agar masanya menjadi lebih panjang. Allah memperingatkan kamu akan siksa-Nya. dan Allah Mahasayang kepada hamba-hamba-Nya." (QS Ali Imran [3]: 30).
Dialah Zat yang benar firman-Nya, melaksanakan janji-Nya, dan semua itu tidak pernah teringkari. Allah berfirman, "Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah, dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku." (QS Qaf [50]: 29).
Karenanya, bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan sekarang maupun yang akan datang, dalam kerahasiaan maupun terang-terangan. "Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya." (QS At-Thalaq [65]: 5). "Barang siapa bertakwa kepada Allah, sungguh ia telah memperoleh kemenangan yang besar." (QS Al-Ahzab [33]: 71).
Sesungguhnya ketakwaan kepada Allah menghindarkan dari kemarahan, hukuman, dan murka-Nya. Takwa kepada Allah akan membuat wajah bersinar terang, membuat Allah rida, dan meninggikan derajat. Lakukanlah dengan sepenuh kemampuan kalian, dan jangan sampai kurang di sisi Allah.
Dia telah mengajarkan kepada kalian dalam kitab-Nya dan membentangkan jalan-Nya, untuk mengetahui siapa yang benar dan untuk mengetahui siapa yang dusta. (QS Al-Ankabut [29]: 3).
Maka, berbuat baiklah, sebagaimana Dia berbuat baik kepada kalian, dan musuhilah musuh-musuh-Nya. Berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad. Dia telah memilih dan menamakan kalian sebagai Muslim. (QS Al-Hajj [22]: 78). Agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata. (QS Al-Anfal [8]: 42).
Tiada daya upaya, kecuali hanya dengan kekuatan Allah. Karenanya, perbanyaklah mengingat Allah, dan beramallah untuk kehidupan setelah mati. Sesungguhnya orang yang membangun hubungan baik dengan Allah, Allah pun akan membuat baik hubungan orang itu dengan manusia lainnya.
Karena Allah yang memberi ketetapan kepada manusia, sedang manusia tidak mampu memberi ketetapan kepada-Nya. Dia menguasai manusia, sedang manusia tidak bisa menguasai-Nya. Allah itu Maha Agung. Tiada daya dan kekuatan selain dengan kekuatan Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung."
Demikianlah isi khutbah Rasul SAW sebagaimana disebutkan dalam Tarikh Thabari, Tafsir al-Qurthubi, Subul al-Huda wa ar-Rasyad, dan Al-Bayan al-Muhammadi karya Dr Mustafa Asy-Sya'kah.
Asy-Sya'kah menegaskan bahwa khutbah diatas merupakan khutbah Rasul SAW saat shalat Jumat pertama di Wadi Ranuna. Penjelasan ini juga diperkuat dengan keterangan Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir. Wallahu A'lam.
(Taken from: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/10/12/139623-inilah-khutbah-rasulullah-saat-pertama-kali-sholat-jumat)
Langganan:
Postingan (Atom)
